Al-Quds, Purna Warta – Rezim Zionis mengakui bahwa sejumlah tentaranya terluka dalam serangan balasan perlawanan Lebanon terhadap wilayah pendudukan.
Menurut laporan kantor berita Al Mayadeen, Kementerian Kesehatan Israel mengakui bahwa 17 orang terluka dalam operasi-operasi perlawanan Lebanon pada hari Jumat kemarin.
Dalam konteks ini, Perlawanan Islam Lebanon melancarkan sejumlah operasi drone yang menargetkan konsentrasi pasukan dan kendaraan lapis baja tentara Israel di beberapa titik di Lebanon selatan dan Palestina pendudukan bagian utara.
Pasukan perlawanan Lebanon juga menargetkan konsentrasi kendaraan lapis baja tentara pendudukan di permukiman Khiam, Lebanon, menggunakan drone bunuh diri dan menyatakan bahwa serangan tersebut tepat mengenai sasaran.
Selain itu, konsentrasi kendaraan dan pasukan pendudukan di Bukit Al-Awaidah di permukiman Al-Adisa, di perbatasan selatan Lebanon, juga diserang menggunakan drone bunuh diri.
Perlawanan Islam juga mengumumkan penargetan konsentrasi pasukan dan perlengkapan militer pendudukan di wilayah Naqoura menggunakan sekelompok drone bunuh diri.
Di permukiman Rashaf, konsentrasi pasukan dan perlengkapan militer musuh di kawasan Al-Barakah juga menjadi sasaran serangan drone.
Dalam lanjutan operasi Hizbullah Lebanon, sebuah buldoser milik tentara Israel dihancurkan akibat serangan langsung drone bunuh diri.
Dalam rangkaian operasi tersebut, Perlawanan Islam juga menyerang pangkalan Kiryat Shmona di utara Palestina pendudukan menggunakan sekelompok drone bunuh diri.
Kelompok tersebut tidak memberikan rincian mengenai kemungkinan korban akibat serangan-serangan itu.
Serangan-serangan ini disebut sebagai respons yang sah dan legal terhadap agresi berulang rezim Zionis terhadap wilayah selatan Lebanon yang berlangsung sejak 11 Esfand lalu, yang mengakibatkan ribuan warga Lebanon gugur.
Dalam perkembangan terkait, Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa jet tempur rezim Zionis menyerang desa Harouf di Lebanon selatan, yang menyebabkan tiga petugas medis gugur.
Serangan tersebut kembali memunculkan kekhawatiran serius mengenai penargetan disengaja terhadap tenaga kesehatan dan petugas penyelamat di kawasan itu.
Kementerian Kesehatan Lebanon pada Jumat kemarin juga menyatakan bahwa jumlah korban tewas di negara itu sejak 2 Maret lalu (11 Esfand 1404 kalender Persia) telah meningkat menjadi 2.951 orang.
Serangan rezim Zionis terhadap Lebanon sejauh ini juga menyebabkan 8.988 orang terluka.
Berdasarkan laporan tersebut, serangan terbaru rezim Zionis terhadap berbagai wilayah di Tyre, Lebanon selatan, menyebabkan sedikitnya 37 orang terluka.
Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Lebanon juga menyatakan bahwa meskipun terdapat gencatan senjata, serangan Israel terhadap Lebanon masih terus berlangsung dan warga sipil terus menjadi korban.


