Gaza, Purna Warta – Setidaknya 15 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka setelah ratusan orang mencoba memasuki lokasi distribusi bantuan yang dijalankan oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah lembaga bantuan yang didukung oleh Amerika Serikat.
Baca juga: IRGC: Kerusakan dan Kerugian yang Ditimbulkan kepada Rezim Israel ‘Jauh Melebihi Imajinasi’
Warga sipil terpaksa mencari bantuan dari GHF akibat larangan terus-menerus rezim Israel terhadap organisasi bantuan lain yang biasanya bertugas menerima dan mendistribusikan bantuan ke Gaza.
Warga Palestina—terutama anak-anak—tidak punya pilihan selain mempertaruhkan nyawa mereka demi mendapatkan makanan dari GHF, di tengah blokade bantuan yang diberlakukan oleh Israel yang secara sengaja menyebabkan kelaparan bagi 2,3 juta penduduk Gaza.
Blokade brutal terhadap makanan dan bantuan yang masuk ke Gaza ini merupakan bagian dari rencana yang lebih luas oleh rezim Israel untuk mengusir warga Palestina dari Jalur Gaza yang terkepung.
GHF telah, dan terus, terlibat dalam kejahatan terorganisir terhadap warga sipil melalui umpan berupa “bantuan”.
Laporan lapangan mendokumentasikan bahwa hanya dalam dua minggu sejak operasi dimulai, yayasan tersebut—melalui tim-tim yang beroperasi di bawah perlindungan pasukan pendudukan—telah menyebabkan syahidnya lebih dari 130 warga sipil, yang ditembak langsung saat mencoba mengakses paket makanan di pos pemeriksaan.
Baca juga: Rekan dalam Kejahatan: ‘Ultimatum’ 60 Hari Trump Berakhir dengan Agresi Israel terhadap Iran
Pada hari Rabu, pasukan rezim Israel membunuh sedikitnya 57 orang pencari bantuan di sekitar lokasi GHF di seluruh Jalur Gaza, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza.
PBB dan organisasi bantuan lainnya menolak bekerja sama dengan sistem GHF, dengan alasan bahwa sistem ini melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan seperti netralitas, ketidakberpihakan, dan independensi.


