Moskow, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan demonstrasi besar-besaran di Iran menentang kerusuhan baru-baru ini telah menggagalkan rencana jahat asing.
Dalam pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, Zakharova menegaskan kembali penentangan tegas Moskow terhadap campur tangan eksternal dalam urusan politik internal Iran. “Demonstrasi rakyat Iran untuk mendukung kedaulatan negara telah menggagalkan rencana jahat kekuatan asing,” katanya.
Ia lebih lanjut menekankan bahwa ancaman Washington untuk melakukan aksi militer terhadap Iran “sama sekali tidak dapat diterima.”
Diplomat Rusia itu menambahkan bahwa mereka yang berupaya mengeksploitasi kerusuhan yang dipicu dari luar sebagai dalih untuk mengulangi agresi militer terhadap Iran harus menyadari konsekuensi bencana dari tindakan tersebut bagi Timur Tengah dan keamanan internasional.
Zakharova juga mengecam keras upaya pemerasan terhadap mitra asing Iran melalui peningkatan tarif perdagangan.
Ia menyatakan bahwa sanksi ilegal Barat terhadap Iran telah menghambat pembangunan negara tersebut, dengan masalah ekonomi dan sosial yang diakibatkannya secara tidak proporsional memengaruhi warga Iran biasa.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa kekuatan asing berupaya meningkatkan ketegangan sosial untuk menggoyahkan dan menggulingkan pemerintah Iran. Mereka menggunakan taktik yang mengingatkan pada “revolusi warna,” mengubah protes damai menjadi kerusuhan kekerasan yang bertujuan membunuh aparat penegak hukum dan warga sipil yang tidak bersalah, termasuk anak-anak.
Dengan demonstrasi yang terpisah dari perusuh dan teroris, keresahan di Iran telah mereda. Namun, Amerika Serikat dan Israel mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Iran, berupaya menghalangi perbaikan situasi keamanan di Iran.
Pengalaman perang 12 hari (dengan rezim Israel) menunjukkan bahwa ancaman asing hanya memperkuat persatuan dan kohesi internal di antara rakyat Iran, dan bahwa Washington dan Tel Aviv tidak mampu mengalahkan bangsa Iran melalui sanksi dan tekanan militer.
Sikap Rusia sejalan dengan pernyataan sebelumnya dari para pejabat Iran yang mengutuk campur tangan asing dalam urusan negara.


