London, Purna Warta – Kantor berita Reuters melaporkan, berdasarkan analisis yang dilakukan oleh para peneliti akademis, bahwa kemungkinan besar sebuah sistem pertahanan udara MIM-104 Patriot yang dioperasikan oleh Amerika Serikat telah menembakkan rudal pencegat yang terlibat dalam ledakan di Bahrain. Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut insiden tersebut sebagai operasi bendera palsu yang bertujuan mencemarkan nama Iran.
Baca juga: Apakah China Akan Terlibat dalam Perang Timur Tengah?
Menurut laporan tersebut, ledakan di Bahrain terjadi 10 hari setelah dimulainya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang menyebabkan puluhan warga sipil terluka serta merusak sejumlah rumah di kawasan Mehza di Pulau Sitra. Pada saat itu, pemerintah Bahrain menyatakan bahwa 32 orang mengalami luka-luka.
Sebelumnya, pemerintah Bahrain dan Amerika Serikat mengklaim bahwa insiden tersebut disebabkan oleh serangan drone Iran. United States Central Command (CENTCOM) pada hari kejadian juga menyatakan bahwa sebuah drone Iran menghantam kawasan permukiman di Bahrain.
Namun, Reuters menegaskan bahwa baik Bahrain maupun Amerika Serikat tidak pernah memberikan bukti yang menunjukkan keterlibatan drone Iran dalam insiden tersebut.
Pengakuan Bahrain tentang Rudal Patriot
Pada hari Sabtu, Bahrain mengakui bahwa sebuah rudal Patriot terlibat dalam ledakan tersebut. Baik Bahrain maupun Amerika Serikat diketahui mengoperasikan sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika di kerajaan tersebut.
Bahrain sendiri merupakan sekutu dekat Amerika Serikat di kawasan Teluk dan menjadi tuan rumah bagi United States Fifth Fleet serta markas komando maritim regional Amerika.
Namun pemerintah Bahrain menolak memberikan komentar mengenai apakah rudal yang meledak pada 9 Maret itu ditembakkan oleh pasukan Bahrain sendiri atau oleh pasukan Amerika Serikat.
Analisis Akademisi
Menurut analisis para peneliti dari Middlebury Institute of International Studies, rudal tersebut kemungkinan besar ditembakkan dari sistem Patriot Amerika yang berada sekitar tujuh kilometer di barat daya kawasan Mehza. Penilaian ini didasarkan pada analisis gambar sumber terbuka dan citra satelit komersial.
Reaksi Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menanggapi pengakuan pihak Bahrain tersebut melalui platform X.
Baca juga: Reuters Klaim: India Membidik Minyak Iran
Ia menulis bahwa insiden tersebut merupakan contoh lain dari “operasi bendera palsu” yang bertujuan menjelekkan Iran dan memprovokasi negara-negara tetangganya.
Menurut Baghaei, berbeda dengan klaim awal CENTCOM yang menuduh drone Iran sebagai penyebab ledakan di kawasan permukiman Sitra pada 9 Maret, kini diketahui bahwa ledakan tersebut sebenarnya disebabkan oleh rudal Patriot Amerika.
Ia juga menekankan bahwa laporan Reuters—berdasarkan analisis para peneliti universitas—menunjukkan bahwa rudal Patriot Amerika adalah penyebab utama ledakan tersebut, sebuah hal yang juga diakui oleh juru bicara pemerintah Bahrain.


