Den Haag, Purna Warta – Seorang pengacara Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang terkait dengan penasihat Benjamin Netanyahu mengancam jaksa agung ICC Karim Asad Ahmad Khan bahwa jika ia tidak mencabut surat perintah penangkapan untuk perdana menteri Israel dan mantan menteri Yoav Gallant, ia dan ICC akan “dihancurkan”.
Peringatan tersebut disampaikan kepada Khan dalam sebuah pertemuan tertutup di Den Haag pada 1 Mei 2024, oleh Nicholas Kaufman, seorang pengacara Inggris-Israel yang saat ini membela mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte di ICC.
Menurut catatan internal yang dilihat oleh Middle East Eye, Kaufman memberi tahu Khan bahwa ia telah berbicara dengan penasihat hukum Netanyahu dan telah “diberi wewenang” untuk mengusulkan solusi rahasia guna membantu Khan “turun dari pohon”, yang berarti secara diam-diam melepaskan diri dari kasus tersebut.
Kaufman menyarankan Khan untuk mengklasifikasikan ulang berkas kasus tersebut sebagai rahasia agar Israel dapat menanggapi tuduhan tersebut secara tertutup, alih-alih melalui proses publik.
Namun, ia juga memperingatkan Khan bahwa jika ia mengajukan tuntutan lebih lanjut, seperti terhadap menteri sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, dan Bezalel Smotrich, “semua opsi akan dibatalkan” dan “Mereka akan menghancurkanmu dan mereka akan menghancurkan pengadilan.”
Khan dan istrinya, Shyamala Alagendra, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menganggap kata-kata tersebut sebagai ancaman langsung.
Kaufman membantah telah mengeluarkan ancaman apa pun dan mengklaim bahwa ia bertindak atas inisiatifnya sendiri, bukan atas nama kabinet Netanyahu.
Kasus yang dipermasalahkan ini menyangkut penyelidikan ICC atas kejahatan perang yang dilakukan selama kampanye genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza.
Pada 20 Mei 2024, Khan secara resmi mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Gallant dan Netanyahu atas kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk kelaparan warga sipil dan penargetan populasi yang dilindungi. Enam bulan kemudian, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Gallant dan Netanyahu.
Upaya intimidasi ini bukanlah insiden yang terisolasi. Ini mengikuti pola campur tangan politik, tekanan, dan ancaman yang bertujuan melindungi Israel dari akuntabilitas internasional.
Pada bulan Februari, AS menjatuhkan sanksi pribadi kepada Khan, mencabut visanya, dan membekukan asetnya. Keluarganya juga dilarang memasuki AS. Pada bulan Juni, empat hakim ICC yang menyetujui surat perintah penangkapan juga dikenai sanksi oleh AS.


