Orang Dalam BBC: “BBC Sangat Tunduk kepada Israel” dan Menyajikan Narasi Rezim Tersebut tentang Gaza

BBC

London, Purna Warta – Seorang penyiar senior BBC mengungkapkan bahwa British Broadcasting Corporation (BBC) telah “sangat tunduk kepada Israel” dengan menyajikan narasi rezim pendudukan tersebut mengenai genosida di Jalur Gaza yang terkepung.

Berbicara dengan syarat identitasnya dirahasiakan, orang dalam BBC itu mengatakan kepada surat kabar harian Skotlandia, The National, bahwa BBC telah “sangat tunduk kepada Israel, dengan melaporkan argumen-argumen mereka, bahkan ketika sudah sangat jelas—termasuk bagi para pemirsa—bahwa apa yang terjadi di Gaza merupakan skandal internasional.”

Menurut sumber internal BBC tersebut, lembaga penyiaran layanan publik yang berbasis di London itu “telah menempatkan dirinya dalam posisi yang membuat penggunaan kata ‘genosida’ menjadi sesuatu yang tidak diperbolehkan. Dan menurut saya, itu merupakan sebuah kesalahan.”

Dalam laporannya pada Kamis, The National juga mengutip pernyataan penyiar yang tidak disebutkan namanya itu bahwa BBC telah “mendengarkan Israel dengan sangat saksama, kemudian mereproduksi dan melaporkan argumen pembelaan Israel, padahal itu bukanlah peran mereka.”

“Mereka seharusnya melakukan penyelidikan yang jauh lebih mendalam dan mempertimbangkan pandangan mereka secara lebih matang,” tegas sumber tersebut.

Lebih dari 1.500 warga Palestina telah dibunuh oleh Israel sejak rezim tersebut dan gerakan perlawanan Palestina, Hamas, menyepakati gencatan senjata yang dimediasi oleh negara-negara kawasan pada Oktober 2025.

Gencatan senjata itu bertujuan mengakhiri perang genosida Israel di Gaza, yang telah menewaskan hampir 75.000 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023.

Tahun lalu, Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB mengenai Wilayah Palestina yang Diduduki menyimpulkan bahwa “Israel telah melakukan genosida terhadap kelompok Palestina di Jalur Gaza.”

Pada 26 Juni, komisi yang sama memperingatkan bahwa rezim Tel Aviv terus melakukan “genosida” dan kejahatan kekejaman dengan sengaja menjadikan anak-anak Palestina sebagai sasaran.

Namun, penyiar senior BBC yang tidak disebutkan namanya itu menegaskan bahwa lembaga penyiaran tersebut secara eksplisit menolak menyebut agresi Israel terhadap warga Gaza sebagai genosida.

“Begitu banyak pihak dalam arus utama sektor organisasi amal dan analisis media yang merasa nyaman menggunakan kata ‘genosida’. Namun, BBC telah menempatkan dirinya dalam posisi yang membuat kata itu tidak boleh digunakan. Dan menurut saya, itu merupakan sebuah kesalahan,” kata sumber tersebut.

Orang dalam itu lebih lanjut menegaskan bahwa “ada kecenderungan BBC berlindung di balik objektivitas”, alih-alih menjalankan “tugas inti jurnalisme, yaitu mengungkapkan kebenaran dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang berkuasa.”

Sumber tersebut mencatat bahwa staf BBC takut berbicara secara terbuka karena ancaman kehilangan pekerjaan dan restrukturisasi organisasi. Ia juga mengatakan bahwa terdapat kondisi kelesuan internal, ketika para pegawai merasa prihatin terhadap arah perkembangan lembaga tersebut.

Ini bukan pertama kalinya BBC mendapat kecaman atas pemberitaannya yang dinilai bias mengenai genosida yang dilakukan Israel di Gaza.

Menurut The National, analisis media dari berbagai lembaga pemantau dan kelompok kampanye secara konsisten menemukan adanya bias pro-Israel dalam pemberitaan BBC sejak Oktober 2023.

Dalam laporan terperinci berjudul Truth Under The Rubble: Media In The Time Of Genocide (Kebenaran di Bawah Reruntuhan: Media pada Masa Genosida), yang dirilis pada 21 Juli, Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, melontarkan kritik keras terhadap BBC. Ia mengecam lembaga tersebut karena menjadi bagian dari suatu sistem yang saling terhubung dan “merupakan bagian yang melekat dalam genosida.”

Albanese menemukan bahwa media Barat “menyamarkan” tanggung jawab Israel melalui judul-judul berita. BBC menjadi sasaran kritik paling besar karena praktik tersebut ditemukan dalam 83 persen judul beritanya.

Laporan PBB itu juga menemukan bahwa dalam “lebih dari 100 insiden yang terdokumentasi”, para presenter BBC “menepis pernyataan bahwa Israel sedang melakukan genosida”, sementara gagal memberitakan “pernyataan-pernyataan genosidal” dari para pemimpin Israel.

“Referensi media mengenai Nakba, puluhan tahun pendudukan beserta kekejaman yang menyertainya, ilegalitas dan perluasan permukiman yang terus berlangsung, serta blokade Gaza selama 19 tahun, tidak muncul atau hanya disinggung secara minimal,” kata Albanese dalam laporannya.

Ia menambahkan bahwa “7 Oktober 2023 disajikan sebagai titik awal permusuhan.”

Menurut pelapor khusus tersebut, genosida tidak hanya bergantung pada penghancuran manusia, tetapi juga pada penghancuran kondisi politik, moral, dan pembuktian yang memungkinkan penghancuran tersebut terlihat, dipahami, dan dipersoalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *