Dua Lipa dan Deretan Bintang Dunia Desak PM Inggris Hentikan Keterlibatan di Gaza

Dua Lipa dan Deretan Bintang Dunia Desak PM Inggris Hentikan Keterlibatan di Gaza

London, Purna Warta Lebih dari 300 tokoh publik termasuk selebritas internasional seperti Dua Lipa, Mark Ruffalo, dan Benedict Cumberbatch telah menandatangani surat terbuka yang ditujukan kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Surat tersebut mendesak tindakan segera untuk mengakhiri peran Inggris dalam krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza.

Para penandatangan mengecam keras kelanjutan penjualan senjata Inggris ke Israel dan menuduh pemerintah Inggris memfasilitasi kelaparan massal warga Palestina. “Kami mendesak Anda untuk segera mengambil tindakan mengakhiri keterlibatan Inggris dalam kengerian di Gaza,” bunyi pembukaan surat tersebut.

“Pada saat ini, anak-anak di Gaza kelaparan sementara makanan dan obat-obatan hanya berjarak beberapa menit dari mereka, tertahan di perbatasan. Kata-kata tidak akan mengenyangkan anak-anak Palestina, kami butuh tindakan nyata. Setiap satu dari 2,1 juta penduduk Gaza berada dalam risiko kelaparan saat Anda membaca surat ini,” tulis mereka.

Surat yang menjadi bagian dari gerakan aktivis Gaza yang semakin meluas di industri hiburan ini menuntut penghentian segera semua ekspor senjata Inggris ke Israel, bersama dengan tuntutan akses kemanusiaan tanpa batas dan komitmen tegas untuk menjadi penengah gencatan senjata.

Di antara nama-nama besar yang turut menandatangani adalah Brian Eno, Annie Lennox, Tobias Menzies, Tilda Swinton, Toby Jones, Steve Coogan, Sadie Frost, Wolf Alice, Ruth Negga, Lily Cole, dan Riz Ahmed.

Para penandatangan menekankan skala krisis dengan menyatakan, “Ibu, ayah, bayi, kakek nenek, seluruh penduduk dibiarkan kelaparan di depan mata dunia. 290.000 anak berada di ambang kematian, sengaja dibuat kelaparan oleh pemerintah Israel selama lebih dari 70 hari.”

Intervensi para tokoh publik ini menambah tekanan yang semakin besar pada pemerintahan Keir Starmer yang telah menghadapi kritik karena dukungannya kepada Israel selama genosida yang berlangsung di Gaza. Para seniman menyampaikan permohonan mereka sebagai tuntutan moral dan politik, mendesak Inggris untuk menggunakan pengaruhnya bukan untuk mempertahankan blokade tetapi untuk membantu mengakhirinya.

“Gencatan senjata harus segera diupayakan,” tegas surat tersebut. “Bantuan kemanusiaan harus mengalir bebas, dan senjata tidak boleh lagi dikirim untuk memicu kekejaman ini.”

Surat terbuka ini mencerminkan posisi yang semakin vokal dari para seniman dan pekerja budaya yang menyerukan penghentian keterlibatan Inggris dalam kejahatan perang.

Surat ini muncul setelah seruan-seruan lain dari suara-suara terkemuka, seperti Elton John yang baru-baru ini menyampaikan masalah terpisah terkait regulasi kekayaan intelektual dan kecerdasan buatan di sektor kreatif.

Sementara itu, protes internasional terus meluas terhadap perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dengan operasi Israel di wilayah pendudukan Palestina. Lebih dari 200 seniman baru-baru ini berjanji untuk memboikot festival yang berafiliasi dengan Superstruct, perusahaan acara global milik KKR, dengan alasan keterkaitan perusahaan tersebut dengan pipa Coastal GasLink dan investasi di entitas Israel.

Surat yang ditujukan kepada Keir Starmer ini menambah lapisan baru pada seruan yang semakin kuat untuk pertanggungjawaban dari kepemimpinan Inggris. Seiring dengan eskalasi krisis Gaza dan ancaman kelaparan, tekanan dari tokoh-tokoh publik semakin intensif, tidak hanya untuk perubahan retorika tetapi untuk pergeseran kebijakan yang tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *