Brussels, Purna Warta – Uni Eropa menyuarakan kekhawatiran besar atas meningkatnya kekerasan Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Uni Eropa pada hari Jumat menyatakan “keprihatinan mendalam” atas situasi di Tepi Barat menyusul bentrokan yang menewaskan empat warga Palestina, dan menyerukan diakhirinya “lingkaran setan kekerasan.”
Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara mengatakan Uni Eropa menyampaikan “belasungkawa sedalam-dalamnya” kepada keluarga mereka yang tewas, dan berharap mereka yang terluka mendapatkan pemulihan penuh dan cepat.
“Kejadian hari ini adalah pengingat akan rapuhnya situasi di lapangan,” bunyi pernyataan itu.
Juru bicaranya menambahkan: “Uni Eropa mendesak semua pihak untuk menghindari bahasa yang menghasut, berkontribusi pada deeskalasi, dan mengakhiri lingkaran setan kekerasan.”
Sebelumnya pada hari Jumat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Perang Israel Katz memerintahkan apa yang mereka gambarkan sebagai “operasi militer skala besar” di desa-desa Palestina di Tepi Barat yang diduduki menyusul serangan penembakan di dekat pemukiman ilegal Havat Gilad yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya.
Menurut koresponden Anadolu, penjajah Israel kemudian menyerang beberapa komunitas Palestina di provinsi Nablus, membakar rumah-rumah warga Palestina dan properti lainnya.
Empat warga Palestina tewas pada Jumat pagi dalam serangan yang dilakukan oleh penjajah Israel dan pasukan Israel di kota Tell, barat daya Nablus, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.


