Beijing, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok Jiang Bin pada Kamis mengatakan bahwa patroli maritim gabungan Tiongkok-Rusia yang baru-baru ini selesai dilakukan dilakukan di laut lepas dan bukan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.
Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan empat kapal angkatan laut Tiongkok dan Rusia berlayar di dekat Okinotorishima, sebuah pulau karang terpencil di Pasifik yang dianggap Tokyo sebagai pulau paling selatan, dan bahwa sebuah kapal perusak berpeluru kendali Tiongkok juga melakukan latihan penembakan di perairan yang dianggap Jepang sebagai bagian dari ZEE-nya, Anadolu Agency melaporkan.
Jiang menolak klaim Jepang atas Okinotorishima, dengan mengatakan bahwa wilayah tersebut adalah terumbu karang yang tidak dapat dijadikan ZEE berdasarkan hukum internasional, demikian yang dilaporkan harian Tiongkok, Global Times.
“Jepang secara salah memperlakukan terumbu karang sebagai sebuah pulau dan mengklaim zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen atas dasar itu. Klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum apa pun,” kata Jiang.
Media pemerintah Tiongkok melaporkan pada hari Rabu bahwa patroli maritim Tiongkok-Rusia telah berakhir dengan formasi angkatan laut tiba di Vladivostok, Rusia.
Patroli tersebut merupakan bagian dari rencana kerja sama tahunan kedua militer dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasional bersama dan kemampuan mengatasi ancaman keamanan maritim.
“Operasi relevan yang dilakukan oleh Tiongkok dan Rusia konsisten dengan hukum internasional dan hukum kebiasaan internasional,” kata Jiang.
Secara terpisah, Jiang mengomentari ketegangan maritim dengan Filipina, dengan mengatakan bahwa “kerja sama pertahanan dan keamanan di antara negara-negara terkait tidak boleh menargetkan pihak ketiga mana pun atau merusak perdamaian dan stabilitas regional.”
Komentarnya muncul setelah Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina melakukan kegiatan kerja sama maritim multilateral di Laut Cina Selatan pada 21-25 Juli.
“Huangyan Dao adalah wilayah bawaan Tiongkok. Cakupan teritorial Filipina ditentukan oleh serangkaian perjanjian internasional, dan Huangyan Dao berada di luar cakupan tersebut,” kata Jiang.
Daerah yang disengketakan ini dikenal sebagai Bajo de Masinloc di Filipina dan Scarborough Shoal di dunia internasional.
Militer Tiongkok akan “menjaga kedaulatan teritorial dan hak serta kepentingan maritim Tiongkok dengan tindakan nyata, sambil menjunjung perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan,” kata juru bicara tersebut.


