Tiongkok Mempertanyakan Diversifikasi Perdagangan UE sebagai ‘Versi Lain dari Proteksionisme’

Beijing, Purna Warta – Tiongkok pada hari Senin mempertanyakan dorongan UE untuk diversifikasi perdagangan sebagai “hanya versi lain dari proteksionisme.”

“Yang disebut diversifikasi Eropa, bukankah itu hanya versi lain dari proteksionisme?” Juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian mengatakan pada konferensi pers rutin di Beijing, Anadolu Agency melaporkan.

“Langkah-langkah Eropa tidak bisa menjadikan industri Eropa lebih kompetitif, dan hal ini jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip ekonomi pasar, persaingan sehat, dan perdagangan bebas yang dinyatakan oleh UE,” katanya, seraya menambahkan pepatah Tiongkok: “Jangan lakukan terhadap orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain lakukan terhadap Anda.”

Perdagangan Tiongkok-UE bukanlah “permainan zero-sum,” dan “tidak ada alasan mengapa Tiongkok dan UE tidak dapat berhasil bersama-sama,” kata Lin, seraya mengungkapkan harapan bahwa UE akan bekerja sama dengan Tiongkok untuk “menemukan solusi melalui dialog dan konsultasi dan membiarkan komunitas bisnis dan masyarakat di kedua belah pihak mendapatkan manfaat lebih besar dari perdagangan Tiongkok-UE.”

UE baru-baru ini mengajukan proposal yang mewajibkan perusahaan-perusahaan untuk mengurangi ketergantungan berlebihan pada rantai pasokan mereka sebagai bagian dari upaya untuk menyesuaikan hubungan perdagangannya dengan Tiongkok.

Volume perdagangan bilateral Tiongkok-UE mencapai €759 miliar ($874 miliar) pada tahun 2025. Tiongkok adalah mitra dagang barang dan jasa terbesar ketiga UE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *