Pakistan Memuji MoU Iran-AS sebagai Langkah Penting Menuju Resolusi Diplomatik

Islamabad, Purna Warta – Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman antara Iran dan AS, menggambarkannya sebagai demonstrasi komitmen kedua belah pihak terhadap diplomasi dan mengungkapkan harapan bahwa perjanjian tersebut akan menjadi landasan bagi perdamaian regional yang langgeng.

Sharif mengumumkan Kamis pagi bahwa Nota Kesepahaman Islamabad telah ditandatangani secara elektronik oleh presiden Iran dan Amerika Serikat.

Dalam postingan di akun X-nya, Perdana Menteri Pakistan mengatakan bahwa memorandum tersebut telah ditandatangani oleh presiden kedua negara dan didukung oleh Pakistan dalam perannya sebagai mediator.

“Penandatanganan perjanjian ini di tingkat tertinggi pemerintahan masing-masing menunjukkan komitmen kedua belah pihak terhadap penyelesaian konflik secara diplomatis,” katanya, Dawn melaporkan.

Sharif menambahkan bahwa memorandum tersebut segera berlaku dan mengatakan, sebagai langkah awal, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz sementara Amerika Serikat akan mulai mencabut blokade laut.

Postingannya awalnya menyatakan bahwa Pakistan, dengan dukungan Qatar, akan menjadi tuan rumah upacara resmi di Swiss pada 19 Juni untuk memperingati perjanjian tersebut dan meluncurkan negosiasi tingkat teknis. Namun referensi tersebut kemudian dihapus setelah Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengumumkan tidak akan diadakan upacara penandatanganan karena presiden Iran dan AS sudah menyelesaikan perjanjian tersebut secara digital.

Sharif mengucapkan selamat kepada Presiden AS Donald Trump dan memuji apa yang ia gambarkan sebagai preferensi Washington terhadap diplomasi dan penyelesaian konflik secara damai, dengan mengatakan bahwa upaya-upaya tersebut telah membantu mencegah konsekuensi regional yang lebih luas.

Perdana Menteri Pakistan lebih lanjut menyampaikan apresiasinya kepada Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah SEED Mojtaba Khamenei dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, memuji kebijaksanaan dan penilaian politik mereka dalam mendukung upaya yang bertujuan mencapai perdamaian.

Sharif juga mengakui peran tim perunding Iran, termasuk Mohammad Baqer Qalibaf, Abbas Araqchi dan Eskandar Momeni, dan mengatakan bahwa kesabaran, ketekunan dan komitmen mereka terhadap keterlibatan konstruktif memberikan kontribusi yang signifikan dalam menyelesaikan memorandum tersebut.

Selain itu, ia mengakui keterlibatan Qatar, Arab Saudi, Turki dan Mesir dalam mendukung upaya diplomatik dan memberikan penghormatan kepada Kepala Staf Pertahanan Pakistan dan Kepala Staf Angkatan Darat Marsekal Asim Munir, dan menggambarkan kontribusinya sebagai berperan penting dalam memfasilitasi terobosan tersebut.

Sharif mengakhiri pidatonya dengan mengungkapkan harapan bahwa memorandum tersebut akan menjadi landasan abadi bagi saling pengertian, saling menghormati, dan kesejahteraan bersama di seluruh kawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *