Hujan Tanpa Henti, Timur Australia Rentang Banjir

Hujan Tanpa Henti, Timur Australia Rentang Banjir

Canberra, Purna Warta – Ramalan cuaca Australia telah memperingatkan potensi banjir besar di beberapa bagian New South Wales, akibat fenomena hujan lebat La Nina tahun ketiga secara berturut-turut.

Biro Meteorologi pada hari Sabtu mengeluarkan peringatan untuk banjir di beberapa bagian barat New South Wales, negara bagian terpadat di Australia, dengan mengatakan itu mungkin terjadi di kota Gunnedah dan Wee Waa.

Baca Juga : [VIDEO] – Suasana Makam Imam Husein di Hari Arbain

Komisaris layanan darurat negara bagian, Carlene York, mengatakan kepada televisi ABC pada hari Sabtu bahwa 12 penyelamatan banjir dilakukan semalam.

“Ancaman banjir itu nyata… di mata masyarakat,” katanya.

“Cuaca yang kami alami selama 12 hingga 18 bulan terakhir adalah hujan tanpa henti.”

Biro cuaca mengatakan pada hari Selasa bahwa sebagian besar Australia akan menghadapi hujan lebat yang tidak biasa dalam beberapa bulan mendatang, membenarkan bahwa peristiwa cuaca La Nina sedang berlangsung untuk tahun ketiga berturut-turut, kemungkinan berlangsung hingga 2023.

La Nina terjadi ketika angin kencang meniup air hangat di permukaan Samudra Pasifik dekat pantai Amerika Selatan melintasi khatulistiwa ke Indonesia, wilayah lain di Asia, dan Australia.

Baca Juga : Tidak Ada Perubahan Jadwal Penerbangan di Bandara Damaskus

Awan hujan biasanya terbentuk di atas air laut yang hangat, artinya tempat-tempat seperti Australia bisa kejatuhan lebih banyak hujan daripada biasanya.

Dampak Perubahan Iklim

Australia telah menjadi korban oleh dampak perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir, banjir yang berkepanjangan, suhu yang membakar, perubahan tren kebakaran dan curah hujan, kenaikan permukaan laut, dan pengasaman laut.

Cuaca ekstrem pada bulan Maret menewaskan sedikitnya 13 orang dan puluhan ribu orang harus mengungsi di Queensland dan New South Wales, di mana pusat kota terendam, rumah hanyut dan listrik padam.

Peristiwa La Nina membuat pantai timur yang padat penduduknya waspada ketika banyak penduduk masih melakukan pembangunan dan pemugaran pasca banjir sebelumnya.

Baca Juga : Cina Bentrok Dengan Negara-Negara AUKUS di IAEA

York memperingatkan musim badai yang lebih intens dari Oktober hingga Maret yang diakibatkan oleh hujan yang lebih besar karena fenomena La Nina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *