Dituduh Selundupkan Daging Sapi, 4 Muslim India Jadi Korban Pengeroyokan Kelompok Ekstremis Hindutva

Dituduh Selundupkan Daging Sapi, 4 Muslim India Jadi Korban Pengeroyokan Kelompok Ekstremis Hindutva

Aligarh, Purna Warta – Setidaknya 4 warga muslim Uttar Pradesh, India, telah menjadi korban pengeoryokan kelompok ekstremis Hindutva. Apa yang awalnya cuma pekerjaan angkut barang biasa berubah menjadi tragedi sadis bagi Saleem Khan dan keponakannya Aqeel Ibrahim. Mereka sedang melakukan perjalanan dari Atrauli ke pasar di Aligarh dengan truk kontainer, membawa barang dagangan. Bersama mereka, ada dua buruh muda yang mereka sewa untuk bantu bongkar-muat. Tak ada satu pun dari mereka yang menyangka bahwa perjalanan itu akan berakhir dengan kekerasan brutal.

Di tengah jalan, rombongan ini diserang oleh kelompok ekstremis Hindutva, yang katanya curiga mereka membawa daging sapi—tuduhan yang sering digunakan sebagai alasan untuk menyerang umat Muslim di India.

Setelah dianiaya habis-habisan, massa tersebut juga merampok para korban: mengambil ponsel dan uang tunai mereka, lalu membakar truk kontainernya sampai hangus.

Menurut saksi mata, polisi yang ada di lokasi tidak berbuat banyak. Ada yang bilang mereka hanya diam menonton, ada juga yang mengatakan mereka kewalahan dan tak mampu menghentikan massa.

Para korban akhirnya berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit. Kondisi mereka saat ini masih kritis.

Pihak kepolisian setempat akhirnya mencatat laporan resmi (FIR) dan menetapkan 13 tersangka, termasuk Ramkumar Arya dan Arjun alias Bholu. Selain itu, ada sekitar 20–25 orang lainnya yang belum diketahui identitasnya, diduga berasal dari daerah Harduaganj dan sekitar Aligarh.

Insiden ini hanyalah salah satu dari banyak kasus kekerasan massa dan kejahatan kebencian terhadap komunitas minoritas, khususnya Muslim, yang makin sering terjadi di India. Tuduhan membawa atau mengonsumsi daging sapi kerap dijadikan alasan untuk melakukan tindakan brutal, tanpa proses hukum yang jelas.

Banyak pihak mengecam lemahnya penegakan hukum, meningkatnya kekerasan sektarian, dan bebasnya kelompok ekstremis yang merasa kebal hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *