Beijing, Purna Warta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa China akan kembali mengizinkan ekspor mineral langka ke AS, menyusul percakapan telepon yang disebutnya “sangat positif” dengan Presiden Xi Jinping. Langkah ini memberi angin segar bagi sektor-sektor strategis AS yang sangat bergantung pada pasokan mineral penting dari China, termasuk pertahanan, energi, dan teknologi tinggi.
Baca Juga : Uni Afrika Peringatkan Dampak Negatif Larangan Perjalanan Trump
Trump mengungkapkan hal tersebut dalam penerbangan menggunakan Air Force One pada Jumat lalu, menjelang pertemuan tingkat tinggi antara pejabat AS dan China di London. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya terbaru kedua negara untuk meredakan ketegangan perdagangan dan persaingan strategis yang makin memanas.
Delegasi Tingkat Tinggi AS Bertolak ke London
Delegasi Amerika dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer. Fokus utama pembicaraan adalah penurunan tarif, akses teknologi, serta ekspor bahan mentah penting yang selama ini menjadi titik panas hubungan bilateral. Trump optimistis, menyebut bahwa pertemuan itu “akan berjalan sangat baik.”
Gedung Putih mengonfirmasi bahwa percakapan telepon antara Trump dan Xi berlangsung sekitar 90 menit, dengan sebagian besar waktu dihabiskan membahas pencabutan kebijakan “negatif” AS terhadap China. Termasuk di antaranya adalah tarif dagang dan pembatasan kerja sama akademik serta teknologi.
Mineral Langka Jadi Senjata Ekonomi
Mineral tanah jarang (rare earth elements) kini menjadi senjata strategis dalam persaingan global, mengingat peran vitalnya dalam industri elektronik, energi terbarukan, dan sistem militer. China diketahui menguasai sebagian besar rantai pasokan global komoditas ini. Trump menyebut bahwa Xi setuju untuk “membuka kembali keran ekspor mineral langka dan magnet ke Amerika Serikat,” yang menjadi sinyal positif di tengah ketegangan dagang.
Baca Juga : Masalah Keamanan Hambat Proyek Pusat Data AI Raksasa di UEA dengan Raksasa Teknologi AS
Dua sumber dari media AS menyebut bahwa pemerintah China telah mengeluarkan lisensi ekspor sementara untuk sejumlah pemasok utama yang melayani produsen otomotif besar AS. Ini menunjukkan kemungkinan perubahan taktik dagang China di tengah tekanan negosiasi yang kompleks.


