Presiden Kolombia Gustavo Petro Kecam Perusahaan yang Langgar Larangan Ekspor Batu Bara ke Israel

export israel

Bogota, Purna Warta – Presiden Kolombia Gustavo Petro secara terbuka mengecam sejumlah perusahaan karena melanggar perintah pemerintahnya untuk menghentikan ekspor batu bara ke Israel, sebagai bentuk protes atas genosida yang dilakukan di Jalur Gaza.

Dalam pidatonya di hadapan Kongres memperingati 215 tahun kemerdekaan Kolombia pada hari Minggu, Gustavo Petro menyatakan bahwa dua perusahaan tambang masih mengekspor batu bara Kolombia ke Israel meskipun telah diberlakukan larangan ekspor.

Menurut Petro, perusahaan tambang asal Amerika Serikat Drummond dan perusahaan berbasis di Swiss Glencore, yang memiliki aktivitas penambangan batu bara di Kolombia, telah melanggar larangan ekspor batu bara ke Israel yang diberlakukan oleh pemerintah Kolombia.

Tahun lalu, Petro mengumumkan bahwa Kolombia secara resmi menghentikan ekspor batu bara ke Israel sebagai bentuk kecaman atas perang genosida yang terus dilakukan oleh Tel Aviv terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, di mana hingga saat ini hampir 59.000 warga Palestina telah gugur.

“Batu bara Kolombia digunakan untuk membuat bom yang membunuh anak-anak Palestina,” ujar Petro pada waktu itu.

Presiden Kolombia tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan rezim Israel dan menghentikan ekspor batu bara ke entitas Zionis sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina dan kecaman terhadap kampanye genosida yang dilakukan pasukan Israel di Jalur Gaza.

Menurut Asosiasi Pertambangan Kolombia, sejak diberlakukannya larangan ekspor oleh pemerintah, penjualan batu bara ke entitas Israel turun lebih dari 50 persen, bahkan tidak ada laporan ekspor sama sekali pada bulan April dan Mei 2025.

Minggu lalu, Petro juga menjadi tuan rumah bagi delegasi dari sekitar 30 negara serta pejabat PBB seperti pelapor khusus untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese, dalam sebuah KTT pro-Palestina di Bogotá.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh The Hague Group tersebut, diumumkan rencana untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas genosida yang dilakukan di Gaza.

Kelompok ini sepakat untuk mengadopsi enam langkah guna menghentikan kekejaman rezim Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Petro menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina dan mengutuk kejahatan yang dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *