Pembatasan Kebebasan Berpendapat (Kafkaesque): Inggris Larang Tokoh Media Terkemuka AS Masuk karena Kritik Israel

Kritik Israel

Washington, Purna Warta – Dua tokoh media dan komentator politik Amerika Serikat, Cenk Uygur dan Hasan Piker, dilaporkan dilarang memasuki Inggris karena kritik mereka terhadap Israel. Uygur menyebut tindakan tersebut sebagai pembatasan kebebasan berekspresi yang bersifat “Kafkaesque” (istilah yang merujuk pada situasi yang absurd, birokratis, dan sulit dipahami).

Kedua komentator politik berhaluan kiri yang berbasis di Amerika Serikat itu menyatakan pada Minggu bahwa pemerintah Inggris melarang mereka memasuki negara tersebut karena aktivitas media dan komentar mereka terkait Israel.

Uygur, pendiri sekaligus pembawa acara The Young Turks, mengatakan bahwa otoritas Inggris menuduhnya sebagai ancaman terhadap ketertiban umum dan menganggapnya berisiko bagi keamanan publik.

Ia mengaku mengetahui adanya larangan tersebut ketika hendak menaiki pesawat menuju London untuk menghadiri festival SXSW London serta menyampaikan pidato di Universitas Oxford.

Festival SXSW merupakan ajang yang mempertemukan dunia teknologi, film, musik, pendidikan, dan budaya dengan para inovator serta pembuat kebijakan.

Menurut Uygur, pihak berwenang Inggris memberitahunya bahwa ia dikategorikan sebagai “risiko serius” karena kritiknya terhadap pemerintah Israel.

Ia menulis:

“Pemerintah Inggris mengatakan bahwa mereka melarang saya masuk karena saya dianggap sebagai ‘ancaman serius terhadap ketertiban umum’ akibat kritik saya terhadap Israel.”

Uygur juga mengatakan bahwa pihak berwenang menilai sejumlah pernyataannya mengenai pengaruh Israel dalam politik Amerika Serikat sebagai pernyataan antisemit, meskipun ia menegaskan bahwa komentarnya didasarkan pada fakta.

Pembawa acara The Young Turks tersebut menekankan bahwa ia tidak ditolak masuk karena komentar mengenai Inggris, melainkan karena konten yang ia buat di Amerika Serikat mengenai Israel.

“Ini benar-benar Kafkaesque,” tulisnya, seraya mengkritik logika yang menurutnya tidak masuk akal dalam keputusan tersebut.

Sementara itu, keponakannya, Hasan Piker, yang dikenal sebagai streamer dan influencer politik populer di Amerika Serikat, kemudian mengumumkan melalui platform X bahwa visa Inggrisnya juga dicabut ketika ia bersiap menghadiri festival SXSW London.

“Inggris juga telah mencabut visa saya,” tulis Piker.

Ia juga mengaitkan keputusan pemerintah Inggris tersebut dengan kritik yang selama ini ia sampaikan terhadap Israel.

Hingga kini, pemerintah Inggris belum memberikan penjelasan resmi secara terbuka mengenai alasan penolakan masuk terhadap kedua figur media keturunan Turki-Amerika tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Inggris juga pernah melarang masuk rapper Amerika Ye, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West. Otoritas Inggris saat itu menyatakan bahwa Ye memiliki riwayat pernyataan yang mereka nilai antisemit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *