Washington, Purna Warta – Sebuah jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh perusahaan riset dan konsultasi multinasional asal Amerika Serikat, Gallup, menunjukkan bahwa tingkat dukungan warga AS terhadap kampanye genosida Israel di Gaza hanya sebesar 32 persen—menandai titik terendah sejak pertanyaan ini pertama kali diajukan pada November 2023.
Survei yang dilakukan antara 7 hingga 21 Juli 2025 itu juga mencatat bahwa tingkat penolakan terhadap kekejaman Israel di kalangan warga AS kini mencapai titik terendah pada 60 persen, dengan perbedaan yang mencolok antar partai politik.
Jajak pendapat tersebut lebih lanjut mengungkapkan bahwa:
Dukungan dari Partai Demokrat terhadap agresi Israel turun drastis menjadi hanya 8 persen.
Hanya seperempat dari pemilih independen yang kini menyetujui serangan berkelanjutan terhadap warga Palestina di wilayah pesisir yang terkepung tersebut.
Survei terbaru ini dirilis di tengah gelombang kecaman global terhadap Israel, menyusul kondisi mirip kelaparan yang meluas di seluruh Gaza dan taktik kelaparan paksa yang diterapkan rezim pendudukan melalui blokade brutalnya.
“Warga Amerika sempat mendukung tindakan Israel di Gaza dalam jajak pendapat awal yang dilakukan pada 2023, beberapa minggu setelah serangan Hamas pada 7 Oktober. Namun sejak itu, angka penolakan terus melampaui angka dukungan dalam setiap survei, dengan puncaknya mencapai 55 persen pada Maret 2024 sebelum sempat turun menjadi 48 persen dalam dua survei berikutnya,” tulis Gallup.
Meskipun demikian, 71 persen pemilih dari Partai Republik menyatakan mendukung serangan brutal Israel di Gaza. Namun, kesenjangan besar antar partai ini dianggap mengancam dukungan bipartisan jangka panjang terhadap aliansi AS-Israel.
Gallup juga mencatat bahwa mayoritas warga AS—tepatnya 52 persen—tidak menyukai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menjadikannya tingkat ketidaksukaan tertinggi terhadap Netanyahu sejak 1997.
Namun, persepsi terhadap Netanyahu juga berbeda tajam antar partai politik:
67 persen pendukung Partai Republik memiliki pandangan positif terhadap Netanyahu.
Hanya 19 persen independen dan 9 persen Demokrat yang menyatakan hal serupa.
Sejak 7 Oktober 2023, setidaknya 60.034 warga Palestina telah tewas—mayoritas adalah perempuan dan anak-anak—dan 148.870 lainnya terluka akibat serangan brutal Israel di Jalur Gaza.
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga saat ini menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang terhadap wilayah pesisir yang terkepung tersebut.


