Washington, Purna Warta – Gedung Putih memutuskan langkah pembatasan setelah beredarnya informasi yang menunjukkan bahwa serangan Amerika gagal menghancurkan program nuklir Iran.
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengonfirmasi hal ini dalam wawancara dengan NBC News. Ia menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk mengurangi jumlah informasi yang dibagikan melalui sistem yang dikenal dengan nama “CUPINT” (Classified Information Network to the Congress)—program khusus untuk berbagi dokumen-dokumen rahasia dengan anggota Kongres.
Keputusan ini nyaris dipastikan akan menuai penolakan keras dari pihak Demokrat, yang menuduh pemerintahan Donald Trump berusaha menyembunyikan kegagalan dalam serangan terhadap tiga fasilitas nuklir di Iran.
Chuck Schumer, pemimpin minoritas di Senat, mengecam keras keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya untuk menutupi kebenaran dan mencegah rakyat tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara itu, Mike Johnson, Ketua DPR yang berasal dari Partai Republik seperti Trump, juga melontarkan kritik tajam terhadap laporan awal dari Defense Intelligence Agency (DIA) yang menyebut bahwa program nuklir Iran hanya mundur sekitar tiga hingga enam bulan akibat serangan tersebut.
Meskipun pemerintahan Trump berusaha keras mencegah kebocoran informasi lebih lanjut, belum jelas apakah bocornya informasi sebelumnya berasal dari salah satu anggota Kongres atau dari pihak lain.


