Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan ke Doha dan Tegaskan Dukungan bagi Kedaulatan Qatar

PBB

New York, Purna Warta – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengutuk keras serangan udara Israel terbaru yang menghantam ibu kota Qatar, Doha, sekaligus menyampaikan penyesalan mendalam atas jatuhnya korban sipil.

Baca juga: Penulis Zionis: Kekuatan “Israel” Hanya Ilusi yang Membawanya Menuju Keruntuhan

Dalam pernyataannya, Dewan Keamanan PBB menyatakan: “Para anggota Dewan mengutuk serangan udara terbaru terhadap Doha pada 9 September, dan menyampaikan penyesalan yang mendalam atas jatuhnya korban sipil.”

Pernyataan itu juga menegaskan pentingnya menurunkan eskalasi serta menyampaikan solidaritas dengan Qatar, termasuk dukungan penuh terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara tersebut.

Sejumlah negara Arab dan kawasan pun mengeluarkan kecaman keras terhadap serangan “Israel” yang menyasar sebuah gedung di Doha, tempat sejumlah pemimpin dan negosiator Hamas tengah membahas upaya tercapainya kesepakatan gencatan senjata. Namun, menurut pernyataan Hamas, tidak ada pemimpin gerakan tersebut yang gugur dalam serangan itu.

Sementara itu, sumber-sumber di badan keamanan dan intelijen Israel sebelumnya mengaku “meragukan tercapainya tujuan operasi” yang ditujukan untuk menargetkan para pemimpin Hamas di Doha pada Selasa lalu.

Gedung Putih menggambarkan serangan tersebut sebagai “pengeboman terhadap sebuah negara berdaulat sekaligus sekutu dekat Washington.” Presiden Donald Trump menambahkan bahwa dirinya “tidak puas dengan seluruh rincian operasi tersebut,” seraya menilai waktunya sangat buruk mengingat peran Qatar sebagai mediator dan upaya menuju tercapainya ketenangan.

Baca juga: Apa setelah agresi ‘Israel’ terhadap Qatar?

Serangan Israel ini berlangsung hanya beberapa hari setelah Kepala Staf militer Israel, Eyal Zamir, mengancam akan menghabisi para pemimpin Hamas di luar negeri. Dalam setahun terakhir, Israel telah melancarkan serangkaian operasi pembunuhan terhadap sejumlah tokoh Hamas di Gaza, Iran, dan Lebanon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *