AS Menyendiri saat Semua Anggota Dewan Keamanan PBB Dukung Deklarasi Kelaparan di Gaza

us

New York, Purna Warta – Seluruh anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), kecuali Amerika Serikat, telah menyatakan dukungan terhadap deklarasi kelaparan baru-baru ini di kawasan perkotaan terbesar Jalur Gaza yang dikeluarkan oleh Integrated Food Security Phase Classification (IPC), sebuah badan yang didukung PBB.

Baca juga: Perampokan Terang-Terangan oleh Zionis dari Sebuah Money Changer Palestina di Ramallah

Ke-14 negara anggota tersebut menyampaikan konfirmasi mereka dalam sebuah pernyataan bersama setelah pertemuan pada hari Rabu, kurang dari sepekan setelah IPC merilis laporan suram mengenai kondisi di Kota Gaza dan wilayah sekitarnya.

Deklarasi yang kemudian juga diverifikasi oleh PBB itu muncul di tengah perang genosida yang dilancarkan rezim Israel terhadap Gaza sejak Oktober 2023 hingga sekarang.

Perang tersebut telah menewaskan sekitar 62.900 warga Palestina, baik akibat agresi militer langsung maupun penggunaan kelaparan sebagai senjata perang. Dalam praktiknya, Tel Aviv hampir sepenuhnya melarang masuknya bahan pangan vital ke wilayah tersebut.

Rezim itu bahkan memberlakukan mekanisme distribusi atas sedikit bantuan yang berhasil masuk. Dalam mekanisme ini, warga Gaza yang kelaparan dipaksa berdesakan di “titik distribusi,” tempat pasukan Israel secara sengaja melepaskan tembakan ke arah mereka.

Negara-negara anggota mendukung pernyataan IPC yang menyebut kelaparan ini sebagai “krisis buatan manusia.”

“Kami menyatakan keprihatinan mendalam atas adanya kelaparan di Gubernuran Gaza,” demikian pernyataan bersama tersebut, merujuk pada kawasan yang mencakup Kota Gaza dan sekitarnya.

“Kelaparan di Gaza harus segera dihentikan dan hukum internasional harus dihormati,” lanjut mereka, seraya memperingatkan bahwa “sekitar 41.000 anak berisiko meninggal akibat malnutrisi di Gaza.”

“Menggunakan kelaparan sebagai senjata perang dilarang berdasarkan hukum internasional.”

Dalam pernyataan itu, mereka juga mengecam keputusan rezim Israel yang secara bersamaan memperluas serangan militernya di Gaza, serta menuntut “gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen.”

Baca juga: Witkoff: Pertemuan Gaza Akan Digelar Rabu di Gedung Putih

Perkembangan ini terjadi di tengah banyak laporan yang menyebut pejabat Israel dengan sengaja menggunakan taktik penghambatan pada lebih dari selusin kesempatan untuk menggagalkan prospek tercapainya kesepakatan gencatan senjata.

Menanggapi penolakan AS untuk sejalan dengan anggota lainnya, para pengamat mengingatkan bahwa sikap tersebut mencerminkan pola khas Washington dalam memberikan dukungan penuh, baik militer maupun politik, terhadap kebrutalan regional mematikan yang dilakukan Tel Aviv.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *