Perampokan Terang-Terangan oleh Zionis dari Sebuah Money Changer Palestina di Ramallah

Ramalllah

Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan Lama Abu Halawa, koresponden Tasnim di Tepi Barat, serangan mendadak tentara rezim Zionis pada siang hari ini mengubah jalan-jalan kota Ramallah menjadi arena bentrokan dan kekerasan terhadap warga sipil Palestina.

Baca juga: Witkoff: Pertemuan Gaza Akan Digelar Rabu di Gedung Putih

Pasukan keamanan Israel, dengan dukungan militer bersenjata, menyerbu kantor penukaran uang Al-Ajuli yang terletak di dekat alun-alun balai kota al-Bireh. Mereka menyita semua peralatan dan aset yang ada, lalu memuatnya ke kendaraan lapis baja dan membawanya pergi.

Zionis sebelumnya sudah berulang kali menyerang dan menyita aset kantor ini dengan dalih bahwa Al-Ajuli bekerja sama dengan kelompok perlawanan Palestina. Dalam serangan siang ini, mereka juga menangkap beberapa karyawan yang berada di lokasi.

Tentara Israel bahkan berusaha mencegah penyebaran berita serangan ini dengan mencoba menabrak beberapa jurnalis menggunakan kendaraan lapis baja, serta menembakkan gas air mata untuk menghalangi peliputan media.

Menurut data resmi yang dirilis Bulan Sabit Merah Palestina, dalam serangan ini sedikitnya 58 orang terluka, termasuk 8 orang akibat peluru tajam, 14 orang akibat peluru karet, dan 5 orang akibat pecahan peluru. Sementara itu, 31 orang lainnya mengalami sesak napas karena menghirup gas air mata dan harus dibawa ke pusat-pusat medis di Tepi Barat.

Omar Assaf, seorang aktivis Palestina yang saat itu tengah mengikuti aksi mogok makan solidaritas untuk Gaza di alun-alun pusat kota al-Bireh, menceritakan:
“Kami sedang melanjutkan aksi mogok makan seperti biasa untuk mendukung rakyat Gaza, ketika tiba-tiba tiga patroli Israel bersama sejumlah besar tentara berhenti di lokasi kampanye kami, melarang kami melanjutkan aksi, lalu menembakkan gas air mata ke arah kami.”

Sementara itu, Issam Bakar, koordinator faksi-faksi nasional dan Islam Palestina, menilai serangan ini sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian-perjanjian sebelumnya antara Otoritas Palestina dan Israel. Ia menegaskan:
“Dengan menyerbu wilayah Area A, militer Israel menunjukkan bahwa seluruh tanah Palestina berada dalam genggaman mereka, dan Tel Aviv tidak mengindahkan hukum serta perjanjian internasional.”

Baca juga: Jurnalis Gaza Desak Perlindungan Dunia Internasional dari Serangan “Israel”

Ia menambahkan:
“Pesan lain dari tindakan ini adalah perampasan kekayaan rakyat Palestina melalui serangan terhadap kantor penukaran uang dan toko-toko. Penyerbuan di siang bolong ini mencerminkan mentalitas kriminal yang sama dengan genosida yang dijalankan di Gaza terhadap warga sipil tak berdosa. Tindakan ini membuktikan bahwa rezim pendudukan sedang melangkah menuju rencana aneksasi penuh Tepi Barat serta pengusiran rakyat Palestina, sambil berupaya melemahkan fondasi keberlangsungan Otoritas Palestina.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *