Purna Warta – Pelatih Sergio Conceicao sedang menghadapi tekanan yang besar di AC Milan. Dalam dua bulan kepemimpinannya, ia menyadari bahwa masalah yang membuat Milan lebih dalam dari sekadar kesalahan manajerial.
Meskipun berhasil memenangkan Supercoppa Italiana, Milan masih kesulitan tampil konsisten. Masalah lama terus muncul dan menghambat performa Milan.
Baca juga: AC Milan Pertimbangkan Rekrut Casemiro dari MU
Bursa transfer musim dingin yang mahal juga menambah tekanan. Beberapa pemain baru belum memberikan dampak yang diharapkan. Milan sering kehilangan fokus di tengah pertandingan. Mereka terlihat mampu mengontrol permainan, tetapi kesalahan individu sering berujung pada gol lawan. Hal ini menjadi masalah yang terus berulang dan menghambat konsistensi tim.
Kurangnya konsentrasi membuat Milan sulit mengamankan kemenangan, bahkan saat menghadapi tim yang secara kualitas lebih rendah. Conceicao harus menemukan cara agar para pemain tetap fokus sepanjang laga
Joao Felix adalah salah satu rekrutan besar Milan di bursa transfer musim dingin. Namun, pemain pinjaman dari Chelsea itu belum tampil sesuai ekspektasi. Setelah mencetak gol debut di Coppa Italia melawan Roma, ia justru semakin menurun.
Dalam kekalahan dari Bologna, Felix hanya mencatatkan delapan umpan dan tidak melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran. Ketidakefektifannya mencerminkan masalah Milan secara keseluruhan dalam membangun serangan.
Sergio Conceicao lebih sering menurunkan duet Strahinja Pavlovic dan Malick Thiaw di jantung pertahanan. Namun, hasilnya belum memuaskan. Lini belakang Milan sering terlihat tidak solid, dengan komunikasi yang buruk di antara para bek.
Baca juga: Antony Starter, Bawa Real Betis Kalahkan Madrid 2-1
Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengapa Matteo Gabbia tidak mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Padahal, di era Paulo Fonseca, Gabbia sempat menunjukkan performa yang menjanjikan
Milan memiliki banyak pemain berkualitas, tetapi mereka terlalu mengandalkan momen-momen individu untuk mencetak gol. Pola serangan yang kurang terstruktur membuat mereka kesulitan menembus pertahanan lawan yang bermain disiplin.
Conceicao harus mencari cara agar Milan bisa lebih kreatif dalam membangun serangan. Jika tidak, mereka akan terus kesulitan mencetak gol di pertandingan-pertandingan sulit.


