Inilah 4 Jenis Ikan Laut Rawan Zat Berbahaya

Purna Warta – Negara Indonesia kaya akan dengan alamnya, mulai dari rempah-rempah hingga hewan yang ada di laut. Ikan dikenal sebagai sumber protein sehat, kaya omega-3, dan baik untuk jantung. Namun, tidak semua ikan aman dikonsumsi.

Baca juga: Daftar 5 Kata Terlarang dan Tidak Diperbolehkan di Mesin Pencarian Google

Sejumlah penelitian mengungkap bahwa beberapa jenis ikan justru mengandung zat berbahaya, seperti logam berat hingga bahan kimia beracun, yang dapat menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.

Berikut lima jenis ikan yang sebaiknya dihindari.

1. Tilapia Budidaya

Tilapia kerap dibudidayakan di perairan dengan kualitas rendah dan diberi pakan yang tidak higienis, seperti kotoran hewan dan bahan kimia berbahaya. Kandungan dioxin dan senyawa dibutylin pada ikan ini dapat menumpuk dalam tubuh hingga 10 tahun dan dikaitkan dengan berbagai penyakit serius. Rasio asam lemak omega-6 dan omega-3 yang tidak seimbang juga menambah risiko peradangan dalam tubuh.

2. Salmon Budidaya 

Salmon liar terkenal sehat, tetapi salmon budidaya justru berpotensi berbahaya. Penelitian menemukan kandungan polychlorinated biphenyls (PCB) dalam salmon budidaya delapan kali lebih tinggi dibanding salmon tangkapan liar. PCB dan dioxin termasuk zat karsinogenik, sementara kandungan lemak dan logam beratnya pun lebih tinggi.

Baca juga: 3 Makanan yang Bisa Kurangi Stress

3. Ikan Pedang / Todak

Sebagai predator puncak, ikan pedang mengonsumsi banyak ikan kecil yang mengandung merkuri. Akibatnya, kadar merkuri pada dagingnya sangat tinggi. Badan lingkungan internasional, termasuk Environmental Defense Fund, menyarankan anak-anak dan ibu hamil untuk tidak mengonsumsi ikan ini.

4. King Mackerel

King mackerel adalah salah satu ikan dengan kandungan merkuri paling tinggi di lautan. Paparan merkuri berlebih dapat merusak sistem saraf, ginjal, dan meningkatkan risiko gangguan perkembangan pada anak. Jenis mackerel lain seperti North Atlantic mackerel relatif lebih aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *