Teheran, Purna Warta – Wakil Presiden Iran untuk Urusan Strategis Mohammad-Javad Zarif mengatakan mendiang pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, adalah sosok yang rasional dan berani, yang memahami kepentingan rakyat Lebanon serta kepentingan dunia Arab dan Islam.
Baca juga: Jet Yak-130 Iran Lakukan Operasi Tempur dalam Latihan
Zarif menyampaikan komentar tersebut pada hari Minggu dalam program khusus IRNA yang didedikasikan untuk kehidupan dan warisan Nasrallah, yang dibunuh dalam serangan udara Israel di Beirut pada bulan September.
“Nasrallah sama sekali bukan orang yang tidak rasional atau radikal. Ia memperjuangkan kepentingan rakyat Lebanon, dunia Arab, dan Islam dengan perencanaan dan ketepatan yang tinggi,” kata Zarif, seraya memuji Nasrallah atas keberaniannya.
“Martir Nasrallah tidak pernah menyerah pada tekanan dan intimidasi, dan selalu memilih solusi yang paling logis,” kata wakil presiden tersebut, seraya menambahkan bahwa Hizbullah berhasil menavigasi politik Lebanon dalam beberapa tahun terakhir berkat sikap logis Nasrallah.
Sebagai bukti lebih lanjut tentang rasionalitas dan moderasi Nasrallah, Zarif menyoroti dukungannya yang terkenal terhadap kesepakatan nuklir Iran, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang dicapai pada tahun 2015 saat Zarif menjabat sebagai menteri luar negeri Iran.
Baca juga: Iran Mengutuk Pelanggaran Kedaulatan Lebanon oleh Israel
Di bawah kepemimpinan Nasrallah, Hizbullah juga menangani masalah-masalah nonmiliter, memenangkan “hati dan pikiran” baik di dalam maupun di luar Lebanon, kata Zarif.
Zarif mengomentari prosesi pemakaman hari Minggu di Beirut, yang dihadiri ratusan ribu pelayat dari seluruh Lebanon dan kawasan tersebut, dengan mengatakan bahwa jumlah besar yang hadir menunjukkan dukungan luas terhadap ideologi Hizbullah dan mendiang sekretaris jenderalnya.


