Teheran, Purna Warta – Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam bidang urusan internasional, mengecam Dewan Kerja Sama Teluk Persia atas pernyataan bersama baru-baru ini dengan AS terhadap Iran, dan menekankan peran kunci Teheran dalam stabilitas maritim regional.
Dalam postingan di akun X-nya pada hari Jumat, Velayati bereaksi terhadap pernyataan bersama AS-PGCC baru-baru ini yang menargetkan Iran, menyajikan penilaian yang tegas mengenai dinamika regional, peran historis Iran di Selat Hormuz, dan pergeseran keseimbangan kekuatan di Asia Barat.
“Stabilitas negara-negara Arab di Teluk Persia berhutang budi kepada pengelolaan Selat Hormuz oleh Iran selama satu abad. Barat tidak membawa apa pun ke kawasan ini selain penjarahan dan kekerasan,” katanya.
“Anak-anak politik di bawah umur di pinggiran ini tidak boleh terhibur dengan pernyataan-pernyataan yang ditugaskan. Ketahuilah ini: kelangsungan hidup Anda bergantung pada sisa-sisa meja ini,” tambah Velayati.
“Dalam penataan kembali yang besar, pemain-pemain kecil di pinggiran tidak mempunyai kursi di meja perundingan. Mereka tersingkir, dan kelangsungan strategis mereka bergantung pada toleransi Teheran,” dia memperingatkan.
Pernyataan tersebut muncul sebagai reaksi atas pernyataan bersama yang dikeluarkan Menteri Luar Negeri AS dan menteri luar negeri Dewan Kerjasama Teluk Persia (PGCC) yang memuat posisi kritis terhadap Iran.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk pernyataan bersama yang “mengganggu, tidak bertanggung jawab dan provokatif”, dan memperingatkan terhadap berlanjutnya perilaku permusuhan di wilayah tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran menolak klaim Washington mengenai “komitmen berkelanjutan terhadap keamanan negara-negara anggota PGCC” dan menyebutnya sebagai “tidak lebih dari retorika dan distorsi realitas,” dengan alasan bahwa kehadiran militer AS di kawasan malah menjadi “beban bagi masyarakat di kawasan dan menjadi sumber ketidakamanan dan perpecahan.”


