Ulama Iran Soroti Kegagalan Musuh dalam Perang melawan Iran

Teheran, Purna Warta – Pemimpin salat Jumat sementara di Teheran menyoroti kegagalan musuh mencapai tujuannya dalam perang agresi melawan Iran, yang menurutnya telah muncul sebagai kekuatan global utama meskipun ada upaya untuk menghancurkan Republik Islam.

Berbicara saat salat Jumat di Teheran, Ayatollah Ahmad Khatami mengatakan bangsa Iran telah menerima banyak berkah ilahi selama lebih dari 160 hari perlawanan, khususnya kegagalan musuh untuk mencapai tujuan yang dinyatakannya yaitu menggulingkan Republik Islam.

Dia mengatakan musuh berusaha menghancurkan Republik Islam namun gagal, sementara Iran malah muncul sebagai kekuatan global yang besar.

Ayatollah Khatami juga mengatakan musuh bermaksud mengembalikan Iran ke Zaman Batu, namun berpendapat bahwa dunia telah melihat AS sendiri kurang memahami peradaban dan demokrasi, dan tindakannya mencerminkan perilaku masa lalu.

Mengenai kemampuan rudal Iran, dia mengatakan AS telah gagal untuk menghilangkannya dan bahwa kekuatan rudal Iran malah memberikan pukulan yang memalukan kepada AS, dan menambahkan bahwa AS akan terus melakukan hal tersebut di masa depan.

Ulama tersebut lebih lanjut mengatakan bahwa AS telah berusaha untuk menghancurkan kemampuan nuklir Iran tetapi gagal, dan menekankan bahwa kemampuan nuklir Iran tetap utuh dan didasarkan pada pengetahuan dan keahlian para ilmuwan nuklir negara tersebut.

Ulama tersebut juga mengatakan musuh berusaha membagi Iran menjadi tujuh negara untuk mencegah negara tersebut tetap bersatu. Dia menekankan bahwa Iran tidak kehilangan “satu inci pun” wilayahnya selama perang agresi yang dilakukan musuh.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS dan seorang pejabat senior militer AS telah menyerukan agar Washington segera menarik diri dari perang melawan Iran dan mengakui bahwa hasilnya bertentangan dengan tujuan AS, katanya. Ulama tersebut menggambarkan situasi ini sebagai kasus di mana AS memulai perang namun mencapai kebalikan dari apa yang diinginkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *