Ankara, Purna Warta – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, pada hari Jumat dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa negaranya akan berupaya untuk menjamin perdamaian berkelanjutan di Iran.
Kedua pihak bertemu di sela-sela Forum Diplomasi Antalya dan membahas kerja sama bilateral, kesepakatan gencatan senjata di Iran, serta berbagai isu regional dan global lainnya.
Menurut laporan kantor berita Sputnik yang mengutip pernyataan kantor kepresidenan Turki, Erdoğan menegaskan bahwa sejak hari pertama dimulainya konflik—yang diawali dengan serangan terhadap Iran—Turki secara konsisten mendukung perdamaian. Ia juga menyampaikan bahwa upaya dan keberhasilan Pakistan dalam mencapai gencatan senjata telah mendapat apresiasi global.
Erdoğan menambahkan:
“Kami akan berupaya memperpanjang gencatan senjata hingga tercapai perdamaian di Iran.”
Presiden Turki tersebut juga menekankan pentingnya membangun arsitektur keamanan regional yang baru dengan fondasi yang kuat.
Ia mengatakan:
“Kami berharap Amerika Serikat dan Iran dapat memanfaatkan sepenuhnya peluang yang tercipta selama masa gencatan senjata dan mengarahkannya menuju perdamaian yang berkelanjutan. Penting agar kesempatan ini tidak terlewatkan, gencatan senjata harus diperkuat dan proses ini diubah menjadi dialog yang konstruktif dan berkelanjutan.”
Di akhir pernyataannya, Erdoğan menegaskan bahwa Turki siap mendukung segala upaya untuk meredakan ketegangan dan menjamin stabilitas jangka panjang di kawasan.
Gencatan Senjata dan Ketegangan di Selat Hormuz
Pernyataan Erdoğan ini muncul di tengah perkembangan terbaru terkait gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang bertujuan membuka ruang bagi solusi diplomatik untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengumumkan bahwa lalu lintas kapal dagang di Selat Hormuz dibuka sepenuhnya untuk sisa masa gencatan senjata, dengan ketentuan mengikuti jalur yang telah ditetapkan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyambut langkah tersebut dan menyatakan bahwa Selat Hormuz kini “sepenuhnya terbuka untuk bisnis dan lalu lintas tanpa hambatan,” meskipun ia menegaskan bahwa tekanan terhadap Iran akan tetap berlanjut hingga tercapai kesepakatan penuh.
Sementara itu, perundingan antara Teheran dan Washington yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, belum menghasilkan kesepakatan final, namun kedua pihak sepakat untuk melanjutkan dialog diplomatik.
Gambaran Umum Situasi
Perkembangan ini menunjukkan adanya upaya intensif dari berbagai pihak—termasuk Turki dan Pakistan—untuk menjaga momentum diplomasi di tengah situasi yang masih rapuh. Gencatan senjata yang berlaku sementara menjadi peluang penting untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai, sekaligus mengurangi risiko eskalasi di kawasan strategis seperti Selat Hormuz.


