Teheran, Purna Warta – Sebuah sumber militer yang mengetahui informasi menjelaskan detail perkembangan terkini di kota Bandar Abbas, Iran selatan.
“Beberapa jam yang lalu, sebuah kapal tanker Amerika mencoba melewati Selat Hormuz dengan mematikan sistem radarnya, tetapi terpaksa berhenti dan kembali setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengambil tindakan cepat dan tegas dan menembakinya,” kata sebuah sumber militer yang mengetahui informasi kepada Kantor Berita Tasnim.
“Sebagai balasan,” kata sumber tersebut, “tentara teroris Amerika menembaki daerah sekitar Bandar Abbas hingga hangus.”
Sumber tersebut mencatat bahwa suara ledakan terkait dengan insiden ini, menambahkan bahwa penembakan ini tidak menyebabkan korban jiwa atau kerusakan properti.
Menurut laporan lanjutan Tasnim dari sumber militer, dalam perkembangan militer Rabu malam di Bandar Abbas, 4 kapal mencoba melewati Selat Hormuz tanpa izin, tetapi dipaksa berhenti dan kembali setelah tembakan peringatan dari Angkatan Laut Iran.
Pengumuman itu muncul setelah seorang pejabat AS mengklaim bahwa militer AS melakukan serangan baru semalam di Iran yang menargetkan sebuah situs militer dan menembak jatuh empat drone serang satu arah Iran yang menimbulkan ancaman di sekitar Selat Hormuz.
Pejabat tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa situs militer yang diserang adalah stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas, Iran, yang hendak meluncurkan drone kelima.


