Sana’a, Purna Warta – Pakar militer selatan Khaled Al-Nasi menyatakan bahwa Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung oleh UEA kini telah mengalami kemunduran sedemikian rupa sehingga bertaruh pada keberhasilannya saat ini sama saja dengan bertaruh pada sesuatu yang mustahil.
Al-Nasi menjelaskan bahwa realitas STC saat ini semakin jelas dengan dikeluarkannya mereka dari lingkaran kemitraan dan persamaan politik, bahkan diakui oleh para pemimpinnya sendiri.
Baca juga: Aneksasi Wilayah Suriah oleh Israel
“Dewan Transisi kini terpinggirkan dan terkekang dalam Dewan Kepemimpinan Presiden yang dipimpin oleh Rashad Al-Alimi,” ujar Al-Nasi.
Dalam sebuah unggahan di platform “X” pada hari Selasa, Khaled Al-Nasi menambahkan bahwa para pemimpin Dewan Transisi Selatan (STC) tidak mampu memberikan layanan apa pun kepada warga, selain terus-menerus meminta Dewan Kepemimpinan dan pemerintahan yang setia kepada koalisi yang dipimpin Saudi agar pasukan Yaman kembali ke Aden untuk menyediakan layanan dasar bagi masyarakat.
Al-Nasi menekankan bahwa para pemimpin STC tidak ingin rakyat Aden turun ke jalan untuk menuntut hak-hak sah mereka. Seolah-olah mereka menghendaki rakyat tetap tinggal di rumah dan mati karena kelaparan dan penindasan, demi menjaga kepentingan mereka sendiri.


