Tehran, Purna Warta – Seorang warga negara Iran gugur, sementara beberapa lainnya terluka setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru tanpa provokasi yang menargetkan sejumlah wilayah di provinsi Azerbaijan Timur dan Azerbaijan Barat di barat laut Iran.
Majid Farshi, Direktur Jenderal Manajemen Krisis di Kantor Gubernur Azerbaijan Timur, mengatakan bahwa serangan udara AS menargetkan sebuah kawasan di bagian barat daya ibu kota provinsi, Tabriz, sekitar pukul 02.35 waktu setempat pada Senin dini hari.
Farshi mengatakan bahwa ledakan dahsyat yang terdengar di seluruh penjuru kota terkait dengan serangan tersebut. Ia menambahkan bahwa seorang warga sipil gugur, sementara beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.
Di provinsi tetangga, Azerbaijan Barat, serangan AS lainnya pada dini hari menghantam sebuah kawasan di dekat Distrik Silvana, di kota Urmia, ibu kota provinsi tersebut.
Hamed Saffari, Direktur Jenderal Manajemen Krisis Provinsi Azerbaijan Barat, mengatakan bahwa beberapa orang mengalami luka-luka akibat serangan itu. Ia menambahkan bahwa tim tanggap darurat dari Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran dan Layanan Medis Darurat segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan pertama sebelum mengevakuasi para korban ke pusat-pusat layanan kesehatan terdekat.
Amerika Serikat telah melakukan berbagai pelanggaran terhadap wilayah kedaulatan Iran sejak 7 April, ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sepihak dalam gelombang terbaru agresi besar-besaran Amerika-Israel yang menargetkan Republik Islam Iran.
Pelanggaran tersebut terus berlanjut bahkan setelah Washington dan Tehran menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada bulan lalu, di mana klausul pertamanya secara tegas mengharuskan penghentian seluruh bentuk agresi di semua lini.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Kementerian Kesehatan Iran menyatakan bahwa sedikitnya 50 orang telah gugur dan lebih dari 500 lainnya terluka akibat serangan-serangan AS di berbagai wilayah Iran sejak 27 Juni.
Hossein Kermanpour, Kepala Pusat Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan Iran, mengatakan bahwa korban jiwa tersebut mencakup lima perempuan dan dua anak di bawah usia 18 tahun. Sementara itu, di antara korban luka terdapat 32 perempuan dan 18 anak-anak. Ia juga menambahkan bahwa sebanyak 28 operasi telah dilakukan, 460 pasien telah dipulangkan dari rumah sakit, sedangkan 37 orang lainnya masih menjalani perawatan medis.


