Sanksi Hambat Impor Obat-obatan Vital ke Iran

Teheran, Purna Warta – Seorang pejabat di Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Iran mengatakan sanksi yang kejam adalah alasan utama di balik kurangnya beberapa obat-obatan vital seperti Vimizim dan Naglazyme di negara tersebut.

Baca juga: Menlu Iran Nyatakan Siap untuk Solusi yang Adil dan Seimbang untuk Kebuntuan Nuklir

Mina Azough, wakil direktur Departemen Obat-obatan dan Zat Terkendali FDA, menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Senin menyusul keluhan atas ketiadaan obat-obatan tersebut.

Ia menyatakan keprihatinannya atas kekurangan obat-obatan vital tersebut, dan mengakui bahwa setiap hari keterlambatan dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki bagi kesehatan pasien.

Sanksi kejam yang dijatuhkan kepada negara kita telah mengganggu proses impor atau pasokan obat-obatan vital ini karena pembatasan tersebut mempersulit transfer dana ke perusahaan manufaktur Eropa dan Amerika, jelas Azough.

Menurut pejabat tersebut, proses tersebut menjadi bermasalah meskipun FDA telah mengalokasikan devisa yang dibutuhkan kepada perusahaan domestik pengimpor. “Masalahnya tidak terbatas pada Vimizim dan Naglazyme, tetapi banyak obat khusus lainnya menghadapi tantangan serupa,” ujarnya.

Pejabat tersebut mencatat bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menindaklanjuti masalah ini dengan departemen terkait agar pasien dapat mengakses obat-obatan vital mereka sedini mungkin.

Baca juga: Iran Desak Negara-Negara Muslim untuk Bergabung dalam Kampanye Boikot Global terhadap Israel

Vimizim digunakan untuk mengobati pasien dengan mukopolisakaridosis tipe IVA (MPS IVA, juga dikenal sebagai sindrom Morquio A), suatu penyakit metabolik bawaan yang menyebabkan pengecilan tubuh, pertumbuhan tulang abnormal, dan perawakan pendek. Naglazyme digunakan untuk mengobati mukopolisakaridosis tipe VI, suatu penyakit yang menyebabkan jaringan dan organ membesar dan meninggalkan bekas luka.

Sanksi ekonomi, yang sebagian besar dijatuhkan oleh Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir, telah menghambat pengiriman obat-obatan yang diperlukan bagi pasien dengan penyakit kronis di Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *