Teheran, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengecam segala bentuk normalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel, menyebutnya sama saja dengan melegitimasi kejahatan dan agresi.
Baca juga: Larijani: Teheran dan Riyadh Berencana Memperluas Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan
Berbicara dalam konferensi pers mingguan pada hari Rabu, Baqaei mengatakan Iran secara konsisten mendesak semua negara, terutama di kawasan tersebut, untuk memutuskan atau menangguhkan hubungan mereka dengan rezim Israel.
Ia mencatat bahwa banyak negara di dunia Islam —dan bahkan di luar itu— telah membatasi atau memutus hubungan diplomatik dan komersial mereka dengan Israel.
Juru bicara tersebut juga menyoroti meningkatnya jumlah kampanye di Eropa yang bertujuan untuk menghentikan hubungan ekonomi dan olahraga dengan rezim Zionis.
Mengungkapkan harapan akan aksi yang lebih luas, Baqaei mendesak negara-negara Islam untuk bergabung dalam kampanye global ini dan menunjukkan perlawanan nyata terhadap kelanjutan kejahatan dan kebijakan Israel yang menghasut perang.
Puluhan warga Palestina telah tewas di seluruh Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir seiring rezim Israel melanjutkan invasi darat besar-besaran ke kota terbesar di kantong tersebut meskipun kecaman internasional semakin meningkat.
Baca juga: Panglima Militer Iran: Kesiapsiagaan Tempur Iran Menangkal Serangan Baru
Pengeboman Israel di Kota Gaza telah meningkat secara dramatis dengan ledakan terus-menerus yang menghancurkan puluhan rumah, dan kapal-kapal angkatan laut bergabung dengan tank dan jet dalam serangan besar tersebut.
Perang rezim Zionis di Gaza telah menewaskan sedikitnya 64.964 orang dan melukai 165.312 orang sejak Oktober 2023.


