Rusia: Israel Harus Menghentikan Pembunuhan Terhadap Jurnalis

Rusia

Moskow, Purna Warta – Menurut laporan pemberitaan lokal, Maria Zakharova dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa “para jurnalis kembali dibunuh,” seraya menambahkan bahwa serangan rudal oleh angkatan udara Israel di selatan Lebanon telah menewaskan tiga jurnalis dari jaringan Al-Manar dan Al-Mayadeen — Fatemeh Fotouni, Mohammad Fotouni, dan Ali Shuaib.

Baca juga: Drone Angkatan Darat Iran Menghantam Sistem Perang Elektronik dan Radar Israel di Haifa

Menurut laporan IRNA pada Sabtu malam yang mengutip situs Kementerian Luar Negeri Rusia, juru bicara tersebut menegaskan bahwa serangan itu bersifat terarah. Ia menambahkan bahwa yang patut diperhatikan adalah bahwa target serangan adalah sebuah kendaraan sipil biasa yang membawa pekerja media yang sedang dalam perjalanan untuk menjalankan tugas jurnalistik.

Ia melanjutkan bahwa masing-masing jurnalis tersebut mengenakan tanda pers yang jelas terlihat, namun hal itu tetap tidak melindungi mereka dari serangan amunisi berpemandu presisi. Kendaraan tersebut terbakar habis dan berubah menjadi kuburan massal bagi para jurnalis tersebut.

Diplomat Rusia itu juga menyinggung klaim pasukan pertahanan Israel yang menyatakan bahwa di dalam kendaraan tersebut terdapat teroris yang diduga hanya menyamar sebagai jurnalis. Ia mengatakan seolah-olah pernyataan itu dapat membebaskan mereka dari tanggung jawab atas tindakan yang menurut hukum humaniter internasional merupakan kejahatan serius.

Zakharova menambahkan bahwa kemampuan tentara Israel untuk melakukan serangan terhadap warga sipil, termasuk pekerja media, menurut hukum internasional telah terlihat hanya 10 hari sebelumnya, ketika seorang staf RT (Russia Today) tewas dalam kondisi yang hampir serupa.

Ia juga menyatakan bahwa persoalannya bukan bagaimana atau apakah organisasi internasional terkait akan bereaksi terhadap serangan tersebut, karena “kebutaan profesional” mereka sudah lama tidak lagi mengejutkan siapa pun.

Baca juga: Teroris Pro-Israel Ditangkap Sebelum Melakukan Pembunuhan Terhadap Aktivis Pro-Palestina

Ia kemudian mempertanyakan sejauh mana masyarakat internasional siap menerima logika semacam ini: jika seorang jurnalis disebut sebagai teroris, maka pembunuhan terhadapnya menjadi dibenarkan. Ia menegaskan bahwa Rusia tidak akan pernah menerima formula semacam itu dan akan terus menuntut penyelidikan atas pembunuhan para jurnalis tersebut, pengadilan terhadap semua pihak yang bertanggung jawab, serta penghentian tindakan berdarah ini untuk selamanya.

Zakharova juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga dan teman-teman para jurnalis yang tewas.

Menurut laporan IRNA, sebelumnya media Perang Perlawanan Islam Lebanon dalam sebuah pernyataan menyampaikan belasungkawa atas gugurnya jurnalis Al-Manar, jurnalis Al-Mayadeen, serta seorang fotografer berita dalam serangan rezim Zionis.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa media Perang Perlawanan Islam Lebanon dengan bangga menyampaikan kesyahidan seorang pejuang pemberani yang menjadi “mata yang melihat” dan telah merekam banyak gambar kebanggaan serta kemenangan selama tahun-tahun perlawanan, yaitu saudara mereka jurnalis Al-Manar Haji Ali Hassan Shuaib, yang gugur bersama Fatemeh Fotouni jurnalis Al-Mayadeen dan saudaranya Mohammad yang merupakan fotografer, dalam operasi pembunuhan oleh musuh Zionis di selatan Lebanon.

Hizbullah dalam pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa tokoh-tokoh seperti Haji Ali, Fatemeh, dan Mohammad mungkin hanya gugur secara fisik, namun kisah-kisah kemenangan yang mereka bangun melalui kata-kata dan yang mereka abadikan melalui lensa kamera akan tetap hidup selamanya.

Gerakan tersebut juga menyampaikan ucapan belasungkawa sekaligus penghormatan kepada keluarga para syuhada serta kepada keluarga media Al-Manar, Al-Mayadeen, Radio Al-Nour, dan seluruh media perlawanan, serta memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar memberikan rahmat yang luas kepada para syuhada dan kesabaran bagi keluarga mereka.

Pada Sabtu sore, jaringan Al-Mayadeen mengumumkan bahwa Fatemeh Fotouni, jurnalis media tersebut, dan Mohammad Fotouni, seorang fotografer berita, gugur setelah serangan yang disebut sebagai serangan kriminal oleh rezim Zionis di selatan Lebanon.

Sumber-sumber Lebanon juga melaporkan bahwa Ali Shuaib, jurnalis jaringan Al-Manar, juga gugur dalam serangan lain di selatan Lebanon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *