Doha, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Qatar menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil langkah guna menghentikan agresi Israel terhadap Lebanon.
Baca juga: Jerman Peringatkan Bahaya Berlanjutnya Serangan Israel ke Lebanon
Menurut pernyataan yang dikutip dari Al Jazeera, Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam keras berlanjutnya serangan Israel terhadap Lebanon serta perluasan operasi darat militer Israel di wilayah selatan negara tersebut. Doha mendesak masyarakat internasional untuk memberikan tekanan kepada Tel Aviv agar menghentikan tindakan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan di tengah berlanjutnya serangan militer Israel ke berbagai wilayah di Lebanon selatan. Seperti pada hari-hari sebelumnya, sejumlah daerah di wilayah tersebut dilaporkan kembali menjadi sasaran serangan intensif.
Israel terus melancarkan serangan udara ke berbagai wilayah Lebanon dengan alasan menargetkan posisi-posisi Hezbollah, meskipun sebelumnya telah ada kesepakatan gencatan senjata.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini menginstruksikan peningkatan operasi militer di Lebanon selatan.
Ketegangan di perbatasan Israel–Lebanon telah berlangsung sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023. Sejak saat itu, baku tembak lintas perbatasan antara militer Israel dan Hizbullah terjadi hampir setiap hari, menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta pengungsian warga di kedua sisi perbatasan.
Pemerintah Lebanon berulang kali mengajukan pengaduan ke United Nations terkait serangan yang dilakukan Israel di wilayahnya. Beirut menilai tindakan tersebut melanggar kedaulatan nasional Lebanon dan ketentuan yang diatur dalam berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di perbatasan selatan negara itu.
Baca juga: Kementerian Luar Negeri Yaman: Kami Mengecam Sanksi Uni Eropa terhadap Hamas dan Jihad Islam
Sejumlah negara Arab, termasuk Qatar, dalam beberapa kesempatan menyerukan penghormatan terhadap gencatan senjata dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik. Mereka juga menekankan pentingnya perlindungan warga sipil dan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional di tengah meningkatnya eskalasi militer di kawasan.
Sementara itu, berbagai organisasi kemanusiaan internasional memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan di Lebanon selatan berisiko memperburuk kondisi kemanusiaan. Ribuan keluarga dilaporkan telah meninggalkan rumah mereka akibat serangan yang berulang, sementara kerusakan terhadap fasilitas sipil, lahan pertanian, dan infrastruktur dasar terus bertambah seiring berlanjutnya pertempuran.


