Presiden Iran Kecam Upaya Barat untuk Batasi Pengembangan Ilmiah Iran

Teheran, Purna Warta – Presiden Iran mengecam pembatasan yang coba diberlakukan pihak Barat terhadap pengembangan ilmiah negara itu, terutama di sektor-sektor sensitif seperti kedokteran nuklir, pertanian, dan industri.

Baca juga: Iran Peringatkan AS dan Israel tentang Respons Kejutan terhadap Serangan Apa Pun

“Mengapa kita harus menunggu orang lain memutuskan apakah kita dapat mengakses bahan farmasi tertentu yang terkait dengan energi nuklir?” kata Masoud Pezeshkian, saat berbicara saat berkunjung ke kota Ilam di Iran barat pada hari Rabu.

Ia menyebutnya “tidak dapat diterima” bagi pihak luar untuk dapat campur tangan dalam masalah seperti itu. Presiden menegaskan kembali posisi Iran yang menyatakan penolakan langsung untuk mengejar senjata nuklir, dengan mengutip pernyataan relevan dari Pemimpin.

“Jika ada keraguan, biarkan mereka (pihak Barat yang sama) datang dan memeriksa sendiri,” imbuh Pezeshkian.

Sementara itu, Presiden Pezeshkian menekankan bahwa upaya Iran untuk melakukan penelitian dan pengembangan nuklir secara damai tidak boleh disamakan dengan militerisasi. “Menolak senjata nuklir tidak berarti kita harus melepaskan hak kita untuk kemajuan ilmiah dan teknologi,” ungkapnya.

Pezeshkian juga mengatakan bahwa pembicaraan yang sedang berlangsung antara Republik Islam dengan pihak Barat tidak sama dengan menyerah pada tekanan eksternal.

Ia mengatakan dialog dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dipandu oleh kebijakan yang telah dirancang dengan tepat oleh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei. “Dialog ini tidak berarti tunduk pada kekuatan,” katanya. “Republik Islam berdiri teguh melawan penindasan dan paksaan.”

Beralih ke kekejaman rezim Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza, Pezeshkian menyatakan kemarahannya atas kejahatan perang yang dilakukan oleh Tel Aviv di wilayah pesisir itu dengan dukungan penuh Amerika.

“Dapatkah manusia dengan (sedikit) hati nurani menerima serangan rezim pengecut terhadap wanita dan anak-anak yang tak berdaya, menjatuhkan bom pada warga sipil, dan memblokir akses ke makanan dan air?” tanyanya.

Baca juga: Iran Akan Luncurkan Situs Pengayaan Baru setelah Resolusi IAEA

Pejabat itu mengkritik tajam kebungkaman dan standar ganda Barat di wilayah itu.

Dia mengecam para pendukung Barat atas kemunafikan rezim itu yang telah membuat mereka “berkhotbah tentang hak asasi manusia” pada saat yang sama ketika mereka memberikan dukungan politik dan militer yang komprehensif untuk Tel Aviv.

“Apakah seperti ini wujud hak asasi manusia? Apakah kekejaman seperti itu menjadi contoh demokrasi dan kebebasan?” tanya presiden.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *