Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan tindakan hukum melalui badan-badan internasional yang kompeten untuk mencari kompensasi atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan AS terhadap infrastruktur transportasi strategis Iran, dan menggambarkan serangan tersebut sebagai kejahatan perang yang kurang ajar.
Presiden Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan Menteri Jalan dan Pembangunan Perkotaan Iran, para deputi, dan pejabat senior di kementerian tersebut, di mana ia meninjau situasi terkini infrastruktur transportasi dan logistik negara tersebut.
Setelah menerima laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan pada infrastruktur transportasi Iran, termasuk pelabuhan, terminal perbatasan, jembatan, jalan raya, jaringan kereta api, fasilitas logistik, dan infrastruktur strategis lainnya setelah serangan AS, Pezeshkian mengkaji besarnya kerugian dan langkah-langkah yang diambil untuk restorasi.
Ia mengeluarkan arahan untuk mempercepat rekonstruksi infrastruktur yang rusak, mengaktifkan jalur alternatif, meningkatkan ketahanan jaringan transportasi, dan memfasilitasi penyediaan layanan.
Mengacu pada kerusakan yang terjadi pada terminal perbatasan Iran, fasilitas bea cukai, dan infrastruktur transportasi darat, kereta api, maritim, dan udara, Pezeshkian menggambarkan serangan tersebut sebagai pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional dan kejahatan perang.
Dia menekankan perlunya mengambil tindakan hukum atas serangan tersebut melalui organisasi internasional dan badan peradilan yang kompeten.
Presiden Iran juga menyoroti perluasan kerja sama regional dan penguatan hubungan infrastruktur dengan negara-negara tetangga sebagai prioritas strategis pemerintahannya.


