Pezeshkian: Tak Seorang pun Kebal terhadap Serangan Israel kecuali Negara-negara Regional Bersatu

Teheran, Purna Warta – Presiden Masoud Pezeshkian mengecam serangan Israel terhadap Qatar sebagai tindakan terorisme yang nyata dan pelanggaran terhadap semua norma internasional, memperingatkan bahwa tidak ada negara di kawasan itu yang akan kebal kecuali mereka bersatu untuk menghadapi rezim pendudukan.

Baca juga: Iran Desak Badan HAM PBB untuk Jamin Kompensasi Israel dan AS atas Perang Juni

Presiden Iran berpidato dalam pertemuan darurat negara-negara Arab dan Islam di Doha sebagai tanggapan atas serangan udara Israel terhadap para pemimpin Hamas di ibu kota Qatar pekan lalu.

Pezeshkian mengatakan serangan Israel yang menargetkan pimpinan Hamas dilakukan dengan tujuan menyabotase upaya untuk mengakhiri perang genosida di Gaza, yang telah menewaskan sedikitnya 64.900 warga Palestina sejak Oktober 2023.

“Serangan terhadap diplomasi ini lebih dari sekadar kejahatan; ini adalah deklarasi yang berani dan praktis bahwa kekuatan militer kini lebih diutamakan daripada hukum,” ujarnya.

Qatar telah menjadi mediator dalam negosiasi antara Hamas dan Israel. Sebuah tim negosiasi senior Hamas sedang membahas proposal terbaru AS untuk gencatan senjata ketika pesawat tempur Israel menyerang kantor mereka pada 9 September.

Presiden Iran mengatakan Israel akan terus melanjutkan tindakan agresinya karena mendapat dukungan dari Barat. “Sejarah akan mengingat kejahatan para pendukung agresi ini,” tambahnya.

“Rezim Zionis telah bertindak melawan kedaulatan dan integritas kami, dan kami harus menentangnya,” kata Pezeshkian.

“Sayangnya, para teroris yang menguasai Tel Aviv semakin berani karena impunitas yang mereka rasakan setelah pengkhianatan diplomasi serupa dan peluncuran perang agresif terhadap rakyat negara saya,” ujarnya.

Baca juga: Iran Berkomitmen Memperdalam Hubungan Strategis dengan Lebanon

Pezeshkian merujuk pada serangan mendadak Israel terhadap Iran yang memicu perang selama 12 hari pada bulan Juni. Angkatan Bersenjata Iran membalas dengan gelombang serangan rudal balistik, yang memaksa rezim Israel untuk menerima gencatan senjata yang diusulkan AS.

“Pada tahun 2025, rezim Zionis telah mengebom beberapa negara Muslim. Setiap serangan dan tindakan agresinya dibingkai sebagai ‘pembelaan diri yang sah’, setiap kali disertai dengan pernyataan berbelit-belit dari Barat dan kecaman kosong,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *