Teheran, Purna Warta – Presiden Masoud Pezeshkian menekankan tekad Iran untuk memperluas dan meningkatkan hubungan dengan Lebanon, seraya menggambarkan hubungan bilateral tersebut berlandaskan pada kebenaran, keadilan, dan saling menghormati.
Baca juga: Iran Ajukan Rancangan Resolusi untuk Melarang Serangan terhadap Fasilitas Nuklir Damai
Dalam pertemuan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun di sela-sela KTT Luar Biasa Arab-Islam di Doha pada hari Senin, Pezeshkian mengatakan Iran mengupayakan kerja sama yang lebih kuat dengan Lebanon dan negara-negara regional lainnya dalam kerangka solidaritas dan interaksi yang saling menguntungkan.
Presiden Iran menegaskan kembali bahwa pendekatannya terhadap hubungan luar negeri berakar pada ajaran Islam dan prinsip timbal balik. “Apa yang kita inginkan untuk diri kita sendiri, seharusnya kita inginkan untuk orang lain.”
Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap prinsip ini akan menghilangkan banyak hambatan dalam hubungan diplomatik, sekaligus memperkuat persatuan di seluruh dunia Muslim.
Mengecam agresi Israel yang terus berlanjut terhadap negara-negara Muslim, Pezeshkian mengatakan rezim Zionis telah menginjak-injak semua hak asasi manusia dan norma-norma internasional. Ia menyesalkan bahwa beberapa negara, meskipun mengaku membela hak asasi manusia, tetap bungkam terhadap kekejaman di Gaza dan bahkan memberikan dukungan militer dan politik kepada agresor tersebut.
Presiden Aoun, di sisi lain, menyambut baik hubungan Beirut-Teheran yang semakin erat dan menyatakan optimisme bahwa kerja sama antara kedua negara akan terus berkembang meskipun menghadapi tantangan.
Baca juga: Iran dan Mesir Tegaskan Persatuan Islam, Incar Hubungan Bilateral yang Lebih Kuat
Ia menegaskan komitmen Lebanon untuk menjalin hubungan persahabatan dengan Iran, memuji dukungan Republik Islam tersebut terhadap perjuangan Palestina, dan mengutuk agresi Israel terhadap Iran dan kawasan yang lebih luas.
Aoun juga menekankan bahwa perbedaan pandangan antarnegara adalah hal yang wajar, tetapi dapat diatasi melalui dialog, pemahaman, dan kolaborasi yang berkelanjutan.


