Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan bahwa persatuan, solidaritas, dan kohesi nasional adalah sumber kekuatan utama negaranya, dan menyerukan pemahaman dan kerja sama yang lebih besar di dalam negeri dan di antara negara-negara Muslim.
Dalam wawancara yang disiarkan televisi pada Jumat malam, Pezeshkian mengatakan Iran mampu mengatasi tantangan saat ini karena persatuan dan kohesi di antara masyarakat dan pejabatnya. Beliau mendesak semua kelompok politik dan sosial untuk menjaga persatuan ini, dan memperingatkan bahwa perpecahan akan melemahkan kemampuan negara untuk menghadapi permasalahannya, terlepas dari kemampuan militernya.
Presiden juga menekankan pentingnya dialog dan mencapai kesamaan bahasa dengan negara-negara Muslim, dan mengatakan keamanan regional dapat dijamin melalui interaksi, komunikasi, dan saling pengertian. Dia mengatakan Iran harus mempertimbangkan kekhawatiran negara-negara tetangganya sambil mengharapkan mereka mempertimbangkan kekhawatiran Iran, dan menekankan bahwa interaksi tidak dapat didasarkan pada satu pihak yang memaksakan pandangannya kepada pihak lain.
Pezeshkian mengatakan Iran berupaya memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan, termasuk Pakistan, Afghanistan, Arab Saudi, Turki, UEA, Qatar, Oman, Mesir, Republik Azerbaijan, dan Turkmenistan. “Kami adalah saudara dan bukan penguasa satu sama lain,” katanya, menyerukan upaya bersama untuk menenangkan kawasan dan mencegah agresi Israel terhadap negara-negara Muslim.
Lebih lanjut ia menyerukan untuk menghindari retorika yang memecah belah dan fokus pada kesamaan, dengan mengatakan bahwa perbedaan politik tidak boleh menghalangi masyarakat dan pejabat untuk bekerja sama mengatasi permasalahan publik. Beliau menggambarkan konsensus dan kohesi yang ada saat ini di antara para pejabat tinggi negara tersebut sebagai hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan mendesak mereka untuk mencapai pemahaman bersama dan melaksanakan keputusan secara kolektif.
Pezeshkian juga mengaitkan persatuan dengan kemampuan Iran untuk mengatasi kesulitan ekonomi dan sosial, dan mengatakan bahwa kerja sama publik dan solidaritas yang lebih besar akan memperkuat ketahanan negara tersebut. “Prinsip di balik semua janji yang saya buat adalah persatuan dan kohesi,” katanya seraya menambahkan bahwa jika masyarakat bergandengan tangan dan bekerja sama, tidak akan ada masalah yang tidak dapat kita selesaikan.


