Teheran, Purna Warta – Iran tidak bermaksud berperang tetapi akan berdiri teguh melawan agresor mana pun, kata Presiden Masoud Pezeshkian, seraya menekankan bahwa tidak ada kekuatan yang dapat memaksa suatu negara yang bertekad menolak untuk menyerah.
Berbicara pada sebuah upacara yang diadakan di Teheran pada hari Sabtu untuk meresmikan sejumlah proyek infrastruktur, Pezeshkian mengatakan komitmen pemerintahannya adalah untuk melayani rakyat dengan seluruh kekuatannya dan bekerja demi martabat, kemakmuran dan kemajuan negara.
Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah SEED Mojtaba Hosseini Khamenei atas pesannya pada kesempatan Pekan Pemerintahan serta bimbingan dan dukungannya.
Pezeshkian menekankan bahwa “persatuan dan kohesi adalah kunci keberhasilan kita,” dan mengatakan bahwa upaya utama pemerintah selama dua tahun terakhir adalah menjaga persatuan dan kohesi nasional.
“Republik Islam Iran bukanlah pemrakarsa perang,” ia menggarisbawahi, dan menambahkan, “Kami tidak menyambut perang, namun kami akan berdiri teguh melawan agresor mana pun dengan kekuatan, dan tidak ada kekuatan yang dapat memaksa negara yang berdiri dengan segenap kekuatan dan tekadnya untuk menyerah.”
Pezeshkian lebih lanjut mengatakan bahwa meskipun ada upaya diplomasi, dukungan rakyat Iran, kerja keras pejabat pemerintah dan pengorbanan para komandan Angkatan Bersenjata, Iran tidak akan tunduk pada ancaman.
“Kami tidak akan tunduk pada ancaman apa pun, seperti yang telah kami tunjukkan berkali-kali sebelumnya,” katanya.
Presiden juga mengatakan bahwa jika perdamaian dan stabilitas ingin dibangun di dunia, maka “perdamaian ini akan muncul dari dalam kawasan kita.”


