Damaskus, Purna Warta – Pesawat tempur Israel telah melancarkan serangan udara terhadap beberapa instalasi yang dulunya milik tentara mantan presiden Suriah Bashar al-Assad di provinsi Homs, Suriah tengah, dan provinsi Latakia, Suriah barat.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan pesawat tempur Israel menyerang sebuah batalion angkatan udara di tenggara Homs pada Senin malam, dengan laporan awal menunjukkan kerusakan material dan kemungkinan korban jiwa.
SOHR menambahkan bahwa dua serangan lagi menghantam barak militer di kota Sqoubin, provinsi Latakia, tempat ambulans terlihat bergegas ke lokasi.
Instalasi-instalasi tersebut kini digunakan oleh pasukan militan rezim Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) yang berkuasa.
Observatorium juga melaporkan bahwa pesawat-pesawat tempur Israel melanggar wilayah udara selatan Suriah selama serangan-serangan tersebut.
Selain itu, Kantor Berita Arab Suriah (SANA) mengatakan bahwa pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan serangkaian serangan udara di kota gurun Palmyra, meskipun belum ada rincian langsung yang tersedia mengenai korban jiwa atau tingkat kerusakan.
Otoritas HTS mengecam keras apa yang mereka sebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.”
Mereka mengatakan serangan tersebut merupakan “ancaman langsung terhadap kedaulatan Suriah dan stabilitas regional,” dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan guna menghentikan serangan Israel yang berulang.
Baca juga: Presiden Venezuela Kecam Pengerahan Kapal Perang AS ke Laut Karibia sebagai Agresi
Sejak jatuhnya pemerintahan Assad tahun lalu, militer Israel telah melancarkan serangan udara terhadap instalasi, fasilitas, dan persenjataan militer yang terkait dengan tentara Suriah yang kini telah bubar.
Israel telah menghadapi kritik keras karena mengakhiri perjanjian gencatan senjata 1974 dengan Suriah dan karena memanfaatkan kekacauan di negara Arab tersebut setelah Assad digulingkan untuk merebut wilayah.
Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengecam serangan Israel yang terus-menerus di wilayah Suriah dan pelanggaran berulang yang terjadi di dalam dan sekitar zona penyangga yang ditetapkan oleh perjanjian gencatan senjata 1974 dengan Damaskus.


