Caracas, Purna Warta – Pengerahan kapal perang AS ke Laut Karibia merupakan agresi terhadap Venezuela, ujar Presiden Nicolas Maduro kepada stasiun televisi Venezolana de Television.
Baca juga: Warga Komuter London Beralih ke Sepeda dan Perahu Saat Mogok Kereta Bawah Tanah Memasuki Hari Kedua
Menurutnya, kantor berita internasional “bersikeras bahwa terdapat ketegangan antara Venezuela dan Amerika Serikat, tetapi kata yang tepat adalah agresi, bukan ketegangan,” lapor TASS.
Maduro menekankan bahwa AS telah mengerahkan delapan kapal perang, 1.200 rudal, dan sebuah kapal selam nuklir di dekat Venezuela, dengan tujuan membuat “negara yang damai ini gemetar.”
“Rakyat benar-benar gemetar, tetapi dengan kemarahan, amarah, dan patriotisme,” tegas presiden. Ia menambahkan bahwa “rakyat dan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian akan melindungi integritas wilayah, perdamaian, dan masa depan Venezuela.”
Pemimpin Venezuela menyambut baik pernyataan Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC), yang telah menyatakan keprihatinan serius atas pengerahan kapal perang AS ke bagian selatan Laut Karibia yang melanggar Zona Damai yang dideklarasikan di wilayah tersebut pada tahun 2014.
Baca juga: Israel Perintahkan Evakuasi Massal Kota Gaza Seiring Meningkatnya Pengeboman
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa tiga kapal perusak rudal AS (USS Gravely, USS Jason Dunham, dan USS Sampson) telah dikerahkan di dekat Venezuela sebagai “bagian dari upaya untuk mengatasi ancaman dari kartel narkoba Amerika Latin”. Laporan lain menyebutkan pengerahan kapal selam USS Newport News, kapal penjelajah rudal USS Lake Erie, kapal pendarat, dan 4.500 tentara.
Presiden AS Donald Trump, yang menuduh Venezuela tidak cukup berupaya memerangi perdagangan narkoba, mengumumkan pada 2 September bahwa militer AS telah melenyapkan 11 anggota kartel narkoba Venezuela dalam sebuah operasi di perairan internasional.


