Teheran, Purna Warta – Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayid Mojtaba Khamenei mengeluarkan pesan pada Kamis malam mengenai nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat.
Dalam pesan ini, Pemimpin menekankan bahwa izin penandatanganan MoU ini diberikan karena komitmen yang diberikan presiden dan pejabat lainnya untuk melindungi hak-hak bangsa Iran dan Front Perlawanan.
“Bangsa Iran yang bersemangat dan setia, seperti yang telah Anda ketahui, sebuah nota kesepahaman telah ditandatangani antara presiden Iran dan AS. Dalam perjalanan untuk mencapai tahap ini, pihak berwenang (Iran) melakukan banyak upaya atas dasar belas kasih dan niat baik, dan tentu saja, presiden ASlah yang, karena putus asa, menggunakan segala macam cara untuk mencapai hal ini,” kata Pemimpin Iran.
“Pada prinsipnya, saya mempunyai pendapat yang berbeda, namun saya mengeluarkan izin ini karena komitmen yang diberikan oleh presiden yang terhormat, sebagai ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, dan anggota (dewan) lainnya kepada saya untuk melindungi hak-hak bangsa Iran dan Front Perlawanan, dan beliau menyatakan bahwa mereka akan menerima tanggung jawab atas hal tersebut. Beliau juga menyatakan bahwa jika pihak Amerika ingin mengajukan tuntutan yang berlebihan, mereka tidak akan (menyetujuinya). Mulai saat ini, kami, yaitu Anda, bangsa yang bangga dan (saya), akan menunggu pemenuhan syarat-syarat tersebut di atas. Namun, jelas bahwa negosiasi tatap muka yang akan dilakukan di masa depan tidak berarti menerima pandangan musuh.”
MoU berisi 14 poin tersebut ditandatangani secara jarak jauh pada Kamis dini hari oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump, yang menghadiri KTT G7 di Prancis.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menjabat sebagai mediator dalam upaya diplomatik selama berbulan-bulan, juga menandatangani memorandum tersebut. Sharif mengumumkan bahwa perjanjian tersebut akan segera berlaku.


