Bagdad, Purna Warta – Perdana Menteri Irak Muhammad Shia al-Sudani mengutuk kekerasan yang sedang berlangsung di Gaza dan Lebanon, serangan terus-menerus di Suriah, dan ancaman terhadap Iran, menyebutnya sebagai kekhawatiran serius bagi stabilitas regional.
Dalam sebuah pernyataan pada Hari Al-Quran Sedunia, al-Sudani menekankan bahwa negara-negara Islam dan Arab menghadapi ancaman eksistensial dari konspirasi eksternal yang bertujuan untuk merusak identitas dan kedaulatan mereka.
Ia menekankan bahwa tantangan regional menuntut persatuan, kohesi, dan penghentian provokasi sektarian.
Sebelumnya, Sabah al-Numan, juru bicara Komando Pasukan Gabungan Irak, menegaskan kembali sikap tegas Baghdad, dengan mengatakan bahwa Irak tidak akan mengizinkan wilayah, ruang udara, atau perairannya digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap negara mana pun.
Ia menggarisbawahi kebijakan Baghdad untuk menghormati kedaulatan nasional dan tidak campur tangan dalam urusan internal negara lain, menegaskan bahwa Irak tidak akan menjadi platform bagi ancaman terhadap keamanan regional.
Kantor komunikasi Kerangka Koordinasi Syiah juga mengeluarkan pernyataan, menolak penggunaan wilayah Irak untuk menargetkan negara-negara tetangga, terutama Iran.
Pernyataan tersebut menyerukan solusi diplomatik dan politik untuk menyelesaikan krisis, menekankan bahwa kawasan tersebut tidak lagi mampu menanggung konflik militer baru, terutama di tengah tantangan ekonomi dan penurunan harga minyak, yang akan memperdalam penderitaan dan mengancam stabilitas regional.


