Moskow, Purna Warta – Menurut laporan Kantor Berita Russia Today, peringatan yang sebelumnya disampaikan oleh Eyal Zamir, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, tentang risiko keruntuhan militer kini mulai memicu reaksi dari sejumlah tokoh politik Israel termasuk Pemimpin Oposisi Israel.
Baca juga: Wall Street Journal: Trump Diperkirakan Akan Segera Mengupayakan Gencatan Senjata dengan Iran
Lapid, Pemimpin Oposisi Israel menyatakan bahwa peringatan serius dari pimpinan militer mengenai menurunnya kemampuan tempur dan risiko keruntuhan angkatan bersenjata diabaikan oleh kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dalam pernyataan yang dikutip surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, Lapid menegaskan bahwa kabinet Israel tidak akan mampu mencegah bencana yang akan datang, karena menurutnya pemerintah bahkan tidak sepenuhnya menyadari skala ancaman yang sedang berkembang.
Ia juga menegaskan bahwa kabinet Netanyahu memikul tanggung jawab penuh atas situasi yang terjadi saat ini.
Peringatan Militer dan Tekanan pada Pasukan
Pernyataan Pemimpin Oposisi Israel muncul setelah Kepala Staf militer Israel Eyal Zamir memperingatkan mengenai meningkatnya tekanan terhadap personel militer, termasuk kekurangan tenaga dan menurunnya ketahanan pasukan untuk menghadapi situasi keamanan yang berlarut-larut.
Sejumlah laporan media Israel sebelumnya menyebutkan bahwa pimpinan militer telah mengangkat sejumlah “bendera merah” peringatan terkait kondisi internal angkatan bersenjata, termasuk kelelahan pasukan, ketergantungan yang tinggi pada pasukan cadangan, serta kesulitan mempertahankan kesiapan tempur dalam jangka panjang.
Baca juga: Foreign Affairs: Iran Dinilai Memiliki Keunggulan dalam Perang
Tekanan Politik dan Keamanan
Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan internal terhadap pemerintah Israel akibat konflik yang berlangsung di beberapa front, termasuk di Gaza, Lebanon, dan meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Para analis menilai bahwa perpaduan antara tekanan militer, beban ekonomi akibat perang, serta perpecahan politik internal berpotensi memperdalam krisis dalam pemerintahan Israel jika situasi keamanan terus memburuk.


