Pasukan Rezim Israel Melancarkan Serangan Besar-besaran di Suriah Selatan

Damaskus, Purna Warta  – Pasukan rezim Israel melakukan serangan militer besar-besaran di Suriah selatan, termasuk penggerebekan dan penggeledahan warga, ketika drone dan jet tempur Israel terbang di atas wilayah Daraa dan Quneitra, sumber-sumber Suriah melaporkan.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan pasukan Israel melakukan beberapa operasi darat pada Minggu pagi dan malam, yang melibatkan 22 kendaraan militer saat drone dan pesawat tempur terbang di atas daerah tersebut.

Dalam operasi terakhir, 12 kendaraan militer Israel memasuki desa Sison di pedesaan Daraa barat saat fajar dan melakukan penggerebekan dan pencarian, sementara tiga drone Israel terbang di atasnya.

Sementara itu, pesawat-pesawat tempur Israel terbang di atas Cekungan Yarmouk di Daraa barat, ketika pasukan Israel melanjutkan aktivitas militer di pedesaan Daraa dan Quneitra.

Di Quneitra, patroli dua kendaraan militer Israel memasuki kawasan hutan dekat al-Rafid dan menembakkan suar, menyebabkan kebakaran yang sebagian besar dapat dipadamkan oleh warga dan tim pertahanan sipil setelah pasukan mundur.

Secara terpisah, delapan kendaraan militer Israel memasuki Cekungan Yarmouk dari gerbang Tal Abu al-Ghaythar di tengah aktivitas drone yang intensif.

Operasi terbaru ini terjadi ketika rezim Israel melanjutkan serangan dan gerakan militernya di Suriah selatan, termasuk pendirian pos pengamatan dan aktivitas berulang di dekat daerah perbatasan.

Penduduk Suriah juga melaporkan penggerebekan berulang kali terhadap rumah-rumah dan meningkatnya ketakutan yang disebabkan oleh kehadiran militer rezim Israel.

“Masyarakat bahkan takut pada jurnalis. Banyak orang takut berbicara dengan wartawan karena mereka merasa setiap rumah yang difilmkan bisa jadi akan diserang,” kata Muhammad al-Hourani, seorang jurnalis di pedesaan Daraa.

Penduduk di Suriah selatan masih berada dalam ketakutan yang meningkat selama lebih dari satu tahun di tengah serangan malam hari, gangguan di pos pemeriksaan, penerbangan pengintaian, dan penutupan jalan berulang kali.

Sumber-sumber lokal mengatakan serangan militer Israel telah menjadi kejadian sehari-hari, seringkali mengganggu pergerakan dan menyebabkan warga, khususnya di Quneitra, terdampar selama berjam-jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *