Damaskus, Purna Warta – Sumber-sumber Suriah melaporkan adanya pergerakan baru oleh rezim Israel di Desa Kudnah di wilayah selatan Suriah.
Mengutip Al Jazeera, sumber-sumber tersebut menyatakan bahwa pasukan Israel memasuki Desa Kudnah di wilayah pedesaan bagian selatan Provinsi Quneitra dan mendirikan sebuah pos pemeriksaan di lokasi tersebut.
Perkembangan ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas militer Israel di wilayah selatan Suriah. Sejak jatuhnya pemerintahan sebelumnya di Suriah, Israel dilaporkan telah melakukan serangkaian serangan terhadap wilayah Suriah. Beberapa waktu lalu, Israel juga melancarkan serangan udara terhadap sejumlah wilayah di Damaskus dengan alasan melindungi komunitas Druze.
Sejak jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad, militer Israel juga dilaporkan telah melewati garis pemisah antara wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan dan Suriah serta melanjutkan penguasaan atas sejumlah wilayah yang berdekatan dengan Golan di Provinsi Daraa dan Quneitra.
Konteks Perkembangan di Suriah Selatan
Aktivitas militer Israel di Quneitra dan Daraa berlangsung di tengah perubahan besar situasi keamanan Suriah setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad. Wilayah tersebut memiliki arti strategis karena berbatasan langsung dengan Dataran Tinggi Golan yang sebagian besar berada di bawah pendudukan Israel sejak 1967.
Setelah perubahan kekuasaan di Damaskus, Israel meningkatkan kehadiran militernya di sepanjang zona penyangga dan sejumlah wilayah di dekat Golan. Pemerintah Israel menyatakan bahwa langkah tersebut berkaitan dengan kebutuhan keamanan dan bertujuan mencegah munculnya ancaman baru di dekat perbatasannya. Namun, pemerintah Suriah dan sejumlah pihak regional mengecam aktivitas tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.
Perserikatan Bangsa-Bangsa juga sebelumnya menegaskan pentingnya menghormati zona pemisah yang ditetapkan melalui Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974 antara Israel dan Suriah. Keberadaan pasukan Israel di luar wilayah yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut menjadi salah satu persoalan utama dalam perkembangan keamanan di Suriah selatan.
Situasi di kawasan tersebut juga semakin kompleks karena ketegangan antara komunitas Druze, kelompok bersenjata lokal, dan aparat keamanan Suriah. Israel beberapa kali menyatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan untuk melindungi komunitas Druze di Suriah, sementara Damaskus menilai intervensi militer Israel sebagai campur tangan terhadap urusan internal Suriah.
Dengan demikian, masuknya pasukan Israel ke Kudnah—jika laporan tersebut dikonfirmasi oleh sumber independen—menunjukkan bahwa perkembangan keamanan di Quneitra dan kawasan sekitar Golan masih sangat dinamis. Pendirian pos pemeriksaan juga berpotensi memperkuat kehadiran militer Israel di wilayah yang berada di dekat garis pemisah, sekaligus meningkatkan kekhawatiran mengenai kemungkinan perluasan zona kendali Israel di Suriah selatan.


