Tehran, Purna Warta – Sumber-sumber media melaporkan bahwa pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania mengalami kerusakan berat setelah serangan yang diklaim dilakukan Iran. Selain itu, suara ledakan juga dilaporkan terdengar di Bahrain dan Kota Sulaymaniyah, Wilayah Kurdistan Irak.
Menurut laporan Al Mayadeen, media Israel menyatakan bahwa sebuah pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania terkena serangan secara langsung.
Sejumlah sumber juga mengklaim bahwa beberapa pangkalan militer AS di Yordania mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut, bahkan sebagian di antaranya dilaporkan terbakar. Rekaman asap yang mengepul dari salah satu pangkalan Amerika di Yordania juga dilaporkan muncul setelah serangan.
Seorang sumber yang berbicara kepada Al Mayadeen mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran telah menghilangkan “wilayah aman” bagi pasukan Amerika Serikat di kawasan.
Pada saat yang sama, Al Hadath melaporkan sirene peringatan kembali berbunyi di pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, disertai laporan adanya suara ledakan.
Sementara itu, jaringan Al Araby melaporkan suara ledakan dan kepulan asap di Kota Sulaymaniyah, wilayah Kurdistan Irak.
Pernyataan Militer Kuwait Mengenai Serangan Rudal dan Drone
Militer Kuwait menyatakan telah mencegat sejumlah rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang memasuki wilayah udaranya.
Dalam pernyataannya, militer Kuwait mengatakan proses pencegatan menyebabkan serpihan rudal jatuh di beberapa lokasi sehingga mengakibatkan kerusakan material. Namun, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Militer Kuwait juga menyebut bahwa serangan Iran terhadap sejumlah fasilitas sektor minyak, kelistrikan, dan air telah memicu kebakaran serta menyebabkan kerusakan yang cukup besar.
Fasilitas Desalinasi dan Pembangkit Listrik Kuwait Dilaporkan Menjadi Sasaran
Kementerian Listrik Kuwait menyatakan bahwa sebuah pembangkit listrik kembali mengalami kebakaran akibat serangan yang terjadi pada pagi hari, sehingga menimbulkan kerusakan pada fasilitas tersebut.
Lembaga tersebut juga melaporkan bahwa salah satu fasilitas desalinasi (pengolahan air laut menjadi air tawar) turut menjadi sasaran dalam rangkaian serangan tersebut.


