Menlu Iran Menyambut Kembalinya Warga Negara Iran yang Ditahan di Prancis karena Advokasi Pro-Palestina

Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyambut kembalinya Mahdieh Esfandiari, seorang wanita Iran yang ditahan di Prancis selama lebih dari setahun karena advokasi pro-Palestinanya, memuji ketabahannya dan menegaskan kembali komitmen Teheran untuk melindungi warga negaranya di luar negeri.

Esfandiari, warga negara Iran yang kembali ke Iran setelah empat belas bulan ditahan di Prancis atas tuduhan menentang genosida di Gaza dan mendukung rakyat Palestina yang tertindas, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Araqchi di Teheran pada hari Selasa.

Selama pertemuan tersebut, Esfandiari menceritakan peristiwa dua tahun terakhir dan menyampaikan rasa terima kasihnya atas upaya berkelanjutan Kementerian Luar Negeri dan menteri sendiri dalam mengamankan pembebasannya dari penjara dan memfasilitasi kepulangannya ke tanah air. Ia juga berterima kasih kepada Departemen Konsuler dan Urusan Iran serta Kedutaan Besar Iran di Paris atas bantuan dan dukungan mereka selama 14 bulan terakhir.

Sementara itu, Araqchi menyatakan kegembiraannya atas pembebasan dan kepulangan Esfandiari ke negara itu, memuji keberanian moralnya dalam mendukung rakyat Palestina yang tertindas dan semangatnya yang tinggi selama penahanan, dan menekankan bahwa Kementerian Luar Negeri menganggap perlindungan hak-hak warga negara Iran di seluruh dunia sebagai kewajiban inherennya dan tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun dalam hal ini.

Esfandiari ditangkap sekitar 14 bulan lalu oleh badan keamanan Prancis karena memposting konten di media sosial yang menentang genosida terhadap warga Palestina di Gaza dan menghabiskan beberapa bulan di penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *