Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyebut agresi Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap Iran sebagai akar penyebab ketidakamanan di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Agresi Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap Iran adalah asal mula ketidakamanan yang ada di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz, kata Araghchi pada hari Rabu dalam pertemuan dengan Chung Byung-ha, utusan khusus Korea Selatan untuk Iran, yang berada di Teheran untuk konsultasi dengan para pejabat Iran.
Selama pertemuan tersebut, Araghchi memberi pengarahan kepada utusan Korea Selatan yang berkunjung tentang kejahatan yang dilakukan oleh rezim kriminal AS dan Israel selama agresi militer empat puluh hari terhadap Republik Islam.
Ia menyerukan kepada negara-negara untuk mengambil sikap yang jelas dan tegas dalam mengutuk agresi ini dan kejahatan barbar terhadap bangsa Iran.
Iran, sebagai negara pesisir Selat Hormuz, telah mengambil langkah-langkah sesuai dengan hukum internasional dan peraturan domestiknya untuk melindungi keamanan dan kepentingan nasional Iran dari agresi dan ancaman AS dan rezim Israel.
Araghchi menggarisbawahi bahwa tanggung jawab atas konsekuensi yang timbul dari situasi ini terletak pada pihak agresor.
Diplomat senior itu juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara Iran dan Korea Selatan, dan menyatakan kesiapan Teheran untuk lebih meningkatkan hubungan timbal balik.
Chung Byung-ha, di sisi lain, menganggap peningkatan hubungan dengan Iran sangat penting.
Ia menyatakan harapan bahwa dengan melanjutkan proses diplomatik, pengakhiran perang secara definitif dan terwujudnya perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut akan dapat disaksikan.


